Berita

Syahrial Nasution/Net

Publika

Bangsat Bangsa: BuzzeRp

RABU, 28 JULI 2021 | 09:07 WIB

AKHIR-Akhir ini, Partai Demokrat habis-habisan diserbu buzzeRp. Tiap kali mengkritik penanganan covid yang tidak efektif, buzzeRp bekerja. Jurusnya, otak kosong. Karena memang tidak punya konsep. Saking hopeless-nya, buzzeRp menuding Demokrat mau menggulingkan Jokowi. Sinting!

Partai Demokrat bukan bagian dari pemerintah, jadi memang harus kritis. Di mana salahnya, dalam kebijakan mengatasi pandemi Covid-19 jika ingin mengutamakan rakyat? Wong memang seluruh rakyat menghadapi masalah yang sama. Jika ada yang kepentingannya terganggu, pasti oligarki dan kartel.

Presiden Jokowi harusnya berterimakasih kepada Partai Demokrat yang tidak punya DNA menggulingkan kekuasaan di tengah jalan. Jangan-jangan yang begitu ada di sana? Justru Demokrat jadi counterpart yang keren saat ini. Tanpa Demokrat, kreativitas berpolitik di Indonesia akan tumpul. Dinamikanya, hambar.


Hingga saat ini, cuma media mainstream yang punya legitimasi dan sumber informasi yang bertanggungjawab. Medsos hanyalah pipeline, tidak masuk dalam pilar ke-4 demokrasi. Jika membiarkan buzzeRp bekerja dan malah dijadikan rujukan informasi, rasanya sedang ada yang salah dengan negeri ini.

Fitnah dan informasi Hoax yang dilakukan buzzeRp terhadap pribadi Pak
Susilo Bambang Yudhoyono, Ketum Mas Agus Harimurti Yudhoyono, Waketum Mas Edhie Baskoro Yudhoyono dan keluarga, dikembangkan buzzeRp entah dasarnya apa dan entah apa manfaatnya untuk negeri ini. Kecuali merusak keadaan dan menciptakan kebencian.

Tidak ingin menuding pihak mana pun. BuzzeRp bebas memainkan perannya menguasai jagad informasi di negeri ini. Mencederai bahkan memberangus kebebasan berbicara dan berekspresi. Menebar ketakutan.

Tapi negara diam. Malah beberapa pelakunya juga menjadi pejabat negara.

Inilah bangsat bangsa: buzzeRp. Sejenis kutu busuk yang bertabiat menjijikkan. Bersatu menjadi kawanan, menebar aroma bau dan menjijikkan.

Mendengungkan kebohongan dan ketakutan hanya untuk memaksakan kehendak. Membungkam pendapat dan pikiran yang tidak sejalan dengan mereka.

Syahrial Nasution

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya