Berita

Ilustrasi vaksin untuk Covid-19/Ist

Kesehatan

Stok Vaksin Di Aceh Menipis, Hanya Cukup Untuk 3 Hari

SELASA, 27 JULI 2021 | 05:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Stok vaksin Covid-19 di Provinsi Aceh kini menipis. Diperkirakan, stok yang masih ada hanya tersedia dua hingga tiga hari ke depan.

Bahkan, di sejumlah puskesmas Kabupaten/kota di Aceh sudah kosong. Sementara cakupan vaksinasi di Aceh sudah 16 persen dari target 4.028.891 orang.

"Di Aceh Utara ada 6 puskesmas yang sudah kosong. Banda Aceh Convention Hall (lokasi vaksinasi massal) kalau beberapa hari ke depan tidak ada vaksin dari pusat, maka akan kami tutup," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Iman Murahman, dikutip dari Kantor Berita RMOLAceh, Senin (26/7).

Iman mengatakan, stok vaksin yang masih tersedia untuk provinsi hanya sebanyak 1.900 dosis dan disimpan di gudang Dinas Kesehatan Aceh. Pihaknya mengaku sudah beberapa kali mengirim permohonan penambahan dosis kepada Kementerian Kesehatan.

Dua minggu yang lalu, pemerintah melalui Dinkes Aceh meminta penambahan stok vaksin sebanyak 100 ribu dosis. Namun, yang sampai ke Aceh hanya 37 ribu dosis.

"Vaksinasi Aceh pernah maksimal sampai 48 ribu dosis per hari. Kalau harian rata-rata sekitar 15 ribu-20 ribu. Jadi kalau 37 ribu dosis ya paling hanya 2-3 hari habis," ujar Iman.

Menurut Iman, jumlah vaksin tersebut sudah distribusikan ke kabupaten/kota. Namun pendistribusiannya tidak merata lantaran jumlahnya tidak banyak.

"Mereka (kabupaten/kota) mulai menanyakan kembali apakah ada vaksin akan datang, karena dalam beberapa hari ke depan habis stoknya," tutupnya.

Populer

Ribuan Tetangga Rocky Gerung Bertekad Geruduk Kediaman Prabowo Subianto

Minggu, 19 September 2021 | 08:31

Viral Video Demo PT Sentul City, Don Adam: Revolusi Dimulai dari Sentul?

Senin, 13 September 2021 | 22:01

Di Mata Ketua GNPF Ulama, Napoleon Bonaparte Adalah Manusia Pilihan Tuhan

Minggu, 19 September 2021 | 14:28

Sentul City Sewa Preman Serobot Tanah Warga, RR: Pengusaha Berani Kurang Ajar karena Tahu Penguasa Gak Bela Rakyat

Jumat, 10 September 2021 | 01:37

Satu Suara, Menlu Meksiko, Indonesia, Korsel, Turki dan Australia Ajak Masyarakat Internasional Bantu Rakyat Afghanistan

Sabtu, 11 September 2021 | 15:36

Tito-Tjahjo Tukar Guling? Ray Rangkuti: Spekulasi PDIP Ingin Kontrol Plt Tidak Berlebihan

Rabu, 15 September 2021 | 21:22

Balas Ali Ngabalin, Ketum ProDEM: Prestasi Ko Apa, Jadi Penjilat Ko Bangga?

Senin, 13 September 2021 | 11:39

UPDATE

Hamid Karzai: Taliban Gagal Penuhi Komitmen Terhadap Perempuan dan Pemerintahan yang Inklusif

Senin, 20 September 2021 | 09:18

Klarifikasi Taliban: Anak Perempuan akan Kembali ke Sekolah, Tapi Saat Ini Waktunya Belum Aman

Senin, 20 September 2021 | 09:11

Pernyataan Hasto Memberi Sinyal Jokowi Bukan Tokoh Sentral PDIP

Senin, 20 September 2021 | 09:06

Macron Minta Penjelasan Biden Soal Kemitraan AUKUS yang Rampas Kontraknya dengan Australia

Senin, 20 September 2021 | 08:57

Ternyata, Masyarakat Bojong Koneng Ada yang Sudah Tinggal Sejak Zaman Belanda

Senin, 20 September 2021 | 08:49

Saran Tokoh Tionghoa, Anggota DPR Tiru Fadli Zon yang Terjun Langsung ke Bojong Koneng

Senin, 20 September 2021 | 08:29

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan yang Tewaskan Puluhan Anggota Taliban di Jalalabad

Senin, 20 September 2021 | 08:24

Prof Beri: Varian Delta Mengancam Rencana "Hidup dengan Covid-19" Singapura

Senin, 20 September 2021 | 08:21

Di Sudan, Perusahaan China Gelembungkan Biaya Proyek Infrastruktur dan Suap Para Pejabat

Senin, 20 September 2021 | 08:16

China Larang Impor Cherimoya Taiwan, Sanksi Ekonomi Baru?

Senin, 20 September 2021 | 08:05

Selengkapnya