Berita

Gde Siriana Yusuf/RMOL

Publika

Relaksasi PPKM, Seolah Populis Padahal Berbahaya

RABU, 21 JULI 2021 | 20:20 WIB

RELAKSASI Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di tengah tingginya kasus positif dan tingkat kematian akibat virus corona baru (Covid-19) sangat berbahaya.

Kebijakan pelonggaran PPKM Jokowi merupakan kebijakan populis seakan-akan membela aspirasi rakyat kecil, tetapi sesungguhnya berpotensi meningkatkan penularan dan kematian.

Kebijakan ini juga akan menyia-nyiakan upaya pemerintah untuk menambah kapasitas RS, rumah isolasi mandiri (Isoman), pasokan oksigen dan obat-obatan, serta penambahan tenaga kesehatan.


Fakta menunjukkan bahwa kasus positif turun karena turunnya pemeriksaan spesimen, tapi pemerintah telah berbohong dengan menjadikan penurunan angka kasus tersebut sebagai indikator keberhasilan PPKM Darurat.

Padahal seharusnya yang dilkukan adalah meningkatkan testing dan tracing di saat mobilitas masyarakat dibatasi.

Di sisi lain, pelonggaran PPKM akan disukai masyarakat kecil yang berpendapatan harian, tetapi sesungguhnya hal ini tidak dipahami bahwa pelonggaran yang terlalu dini akan menjadi jebakan penularan dalam waktu cepat.

Tentu saja dalam situasi dilematis ini seharusnya sebelum PPKM Darurat berlaku terlebih dahulu direalisasikan bantalan sosialnya agar masyarakat kecil dapat menerima pembatasan mobilitas.

Dalam keadaan darurat seperti ini  kita harus percaya pada scientific, pada apa yang telah disampaikan para ahli kesehatan kepada Presiden Jokowi.

Saat ini yang dibutuhkan adalah fokus dan konsisten memprioritaskan upaya-upaya mengatasi gelombang varian Delta yang sedang menggila di seluruh dunia.
 
Sedangkan para ahli kesehatan dunia menghawatirkan Indonesia menjadi episentrum penyebaran varian Delta. Hal ini telah menyebabkan setiap hari bertambah negara-negara yang menutup pintu terhadap kedatangan warga Indonesia.

Sekali lagi, ini menjadi bukti bahwa Jokowi masih mengutamakan sektor ekonomi dibanding keselamatan rakyat.

Jika kita bandingkan dengan negara Arab Saudi yang memilih kehilangan pendapatan negara dari pembukaan haji yang nilainya miliaran dollar.

Ini suatu keberanian besar dari pemerintah Saudi untuk mengorbankan sektor ekonomi dengan mengeluarkan diskresi menutup haji yang merupakan perintah agama.

Mengamati inkonsistensi kebijakan rezim Jokowi yang selalu kalah dengan desakan kepentingan ekonomi sebelum Covid-19 dapat ditangani memngakibatkan berbagai dugaan muncul.


Saya sendiri menduga bahwa pelonggaran PPKM ini bukan untuk tujuan rakyat kecil melainkan untuk kepentingan bohir-bohir di sekitarnya.

Sangat mungkin kebijakan populisme ini bagian dari skenario 3 Periode Jokowi.

Gde Siriana Yusuf
Penulis adalah Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya