Berita

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban/Net

Kesehatan

Media Asing Cap RI Sebagai Episentrum Covid-19 Dunia, Kasatgas IDI: Terima Saja Realitas Supaya Ujungnya Baik

SELASA, 20 JULI 2021 | 16:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Lonjakan kasus Covid-19 di dalam negeri membuat Indonesia dicap sebagai pusat penularan Covid-19 (episentrum) di dunia oleh media asing.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban, meminta pemerintah menerima realitas Covid-19 yang diungkap media asing tersebut.

Misalnya saja, dalam laporan portal berita Nikkei Asia, Bloomberg hingga ABC News Australia yang memprediksi Indonesia bakal menjadi episentrum penularan Covid-19 di dunia, jika lonjakan kasus positif tidak juga menurun.


Selain itu, dalam laporan The New York Times infeksi Covid-19 dan angka kematian harian Indonesia disebut telah melebihi India dan Brasil.

Pada faktanya, Indonesia memang sempat menjadi negara dengan angka kematian Covid-19 paling tinggi di dunia pada Minggu (11/7).

Angka kasus meninggal yang mencapai 1.007 orang kemarin itu lebih tinggi dari sejumlah negara tetangga. Misalnya, India yang sebanyak 720 kasus, Rusia 749 kasus dan Brasil 597 kasus.  

"Kita berpengalaman dalam menyangkal realitas Covid-19 yang selalu berujung tidak baik. Sekarang, media internasional menyoroti Indonesia. Itu realitas. Jangan kaget," ujar Zubairi Djoerban dalam akun Twitternya, Selasa (20/7).

Lebih lanjut, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini meminta pemerintah untuk menyampaikan kondisi penyebaran dan dampak Covid-19 dengan sebenar-benarnya.

Menurut sosok yang kerap disapa Prof. Beri ini, hal itu sangat penting dilakukan untuk supaya Indonesia bisa segera pulih dan terlepas dari bahaya Covid-19.

"Lebih bijak kita terima saja dan bangkit untuk membuktikan bahwa kita bisa sehingga ujungnya akan menjadi baik," tandasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya