Berita

Dua menteri Jokowi saat melawat ke AS tanpa masker dan berjalan santai/Net

Politik

Jokowi Larang Pembantunya Ke Luar Negeri, Andi Yusran: Idealnya Bahlil Dan Lutfi Mundur Dari Kabinet

JUMAT, 16 JULI 2021 | 22:46 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19, menteri Kabinet Indonesia Maju dilarang berpergian ke luar negeri.

"Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM Darurat ini tentunya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga, para pemimpin itu harus ada," demikian kata Pramono Anung menjelaskan perintah Presiden Joko Widodo.

Jokowi hanya membolehkan Menteri Luar Negeri yang menjalankan agenda lawatan ke luar Tanah Air.


Merespons hal itu pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran mengatakan, seharusnya dua menteri yang kemarin melawat ke Amerika Serikat dan menjadi sorotan publik secara ksatria mengundurkan diri.

Dua menteri yang dimaksud Andi adalah Menteri Perdagangan M. Lutfi dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Kata Andi, sikap mengundurkan diri usai mendapat sorotan publik itu dapat menjadi preseden baik bagi setiap pejabat untuk bertindak tidak diluar kepatuatan.
 
"Idealnya kedua menteri itu mengundurkan diri, ini untuk membangun preseden baik dan positif kepada pejabat publik apabila berperilaku diluar kepatutan," demikian kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (16/7).

Meski demikian, Andi meragukan apakag kedua menteri yang sempat disorot karena berjalan tanpa masker dan tampah sumringah saat berjalan di jalanan New York.

Publik menyorot dua pembantu Jokowi itu karena Indonesia sata ini tengah menghadapi ujian berat berupa pandemi virus corona baru (Covid-19).

"Pertanyaannya, apakah budaya baru itu (mengundurkan diri) akan terwujud dalam kasus Lutfi dan Bahlil?" tanya Doktor politik Universtas Padjajaran ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya