Berita

Manager Program Seknas FITRA Badiul Hadi/Repro

Politik

FITRA: Dana PEN Ke Kimia Farma Harus Dialokasikan Untuk Produksi Vaksin Gratis

JUMAT, 16 JULI 2021 | 20:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tantangan pemerintah saat ini masih cukup banyak khususnya dalam rangka menangani pandemi virus corona baru (Covid-19) di tanah air yang kondisinya belum juga stabil dan teratasi.

Antara lain mengenai vaksinasi Covid-19 berbayar yang sempat menggemparkan publik beberapa waktu terakhir.

Manager Program Seknas FITRA Badiul Hadi mengatakan, anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini PT Kimia Farma sudah seharusnya dialokasikan untuk memproduksi Vaksin Gotong Royong (VGR) dan didistribusikan kepada masyarakat secara gratis.


"Anggaran PEN untuk BUMN termasuk Kimia Farma, harusnya dialokasikan untuk memproduksi dan mendistribusikan VGR secara gratis ke masyarakat," kata Baidul Hadi saat menjadi narasumber dalam webinar PARA Syndicate bertajuk "Vaksin Berbayar: Komersialisasi Pandemi vs Kehadiran Negara" pada Jumat (16/7).

Selain itu, Pemerintah juga harus memastikan ketersedian fasilitas kesehatan di semua rumah sakit dalam hal ini seperti oksigen, ventilator, dan ruang perawatan layak bagi penderita Covid-19.

"Lalu, Pemerintah harus lebih transparans dalampengelolaan anggaran untuk penanganan Covid-19 dan PEN," demikian Badiul Hadi.

Turut hadir sejumlah narasumber dalam acara webinar tersebut antara lain Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti dan moderator Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya