Berita

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

Layanan Telemedicine Harus Diperluas Ke Daerah-daerah, Kemenkes Mesti Koordinasi Dengan Pemda

KAMIS, 15 JULI 2021 | 18:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Lembaga senator mendukung agar pelayanan telemedicine diperluas ke berbagai daerah. Saat ini, pelayanan telemedicine baru sebatas Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Telemedicine adalah layanan konsultasi dan pemberian obat gratis untuk pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, layanan ini sangat membantu. Terlebih, saat terjadinya kelangkaan fasilitas kesehatan dan obat-obatan.


Telemedicine dan obat gratis dirilis pada 7 Juli lalu. Layanan ini dimulai di DKI Jakarta sebagai pilot project. Setelah Kementerian Kesehatan melakukan uji coba sistem hingga penyaluran obat, telemedicine pun diperluas ke wilayah Bodetabek.

"Layanan telemedicine sangat berguna dan membantu masyarakat yang terinfeksi Covid-19. Apalagi, di tengah lonjakan kasus yang membuat pasien sulit mendapat pelayanan di rumah sakit. Belum lagi kelangkaan obat-obatan juga jadi hambatan perawatan pasien corona dengan gejala ringan hingga sedang," kata LaNyalla, Kamis (15/7).

Untuk itu, LaNyalla mendukung rencana pemerintah yang akan memperluas layanan telemedicine ke berbagai ibukota provinsi mulai pekan depan. Namun, dia meminta Kemenkes berkoordinasi dengan pemda untuk menyiapkan sarana dan prasarana agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.

"Infrastruktur sumber daya manusia (SDM) harus dipersiapkan betul. Kemudian juga metode penyaluran obat bagi pasien yang melakukan isoman agar berjalan dengan efektif dan efisien. Prinsipnya, perluasan telemedicine kita dukung, dan akan sama-sama kita kawal," ujarnya.

Dalam menjalankan layanan telemedicine, Kemenkes bekerja sama dengan 11 platform telemedicine di Indonesia yaitu Halodoc, YesDok, Alodokter, Klik Dokter, SehatQ, Good Doctor, KlinikGo, Link Sehat, Milvik, Prosehat, dan Getwell. Pasien bisa berkonsultasi dengan dokter melalui platform-platform itu.

"Untuk mempermudah masyarakat mendapat bantuan, alur pada telemedicine harus dipermudah. Ingat, warga baru bisa memanfaatkan layanan ini setelah melakukan tes PCR/Antigen di laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes RI," ujar LaNyalla.

Apabila hasilnya positif, pihak lab akan melaporkan hasilnya ke database Kemenkes (NAR). Setelahnya, pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kemenkes RI atau pasien bisa juga melakukan pengecekan NIK mandiri melalui situs https://isoman.kemkes.go.id.

Pasien pun dapat berkonsultasi secara daring dengan dokter di salah satu dari 11 platform telemedicine dengan memilih link yang terdapat dalam pesan WhatsApp dari Kemenkes.

Namun, LaNyalla mengingatkan pasien untuk menginformasikan kepada dokter bahwa dirinya adalah pasien program isoman Kementerian Kesehatan.

"Pasien nantinya akan mendapat resep digital sesuai dengan kondisi pasien. Jika masuk dalam kategori untuk melakukan isoman, obat dapat diperoleh gratis," lanjut ketua senator asal Jawa Timur itu.

Ada dua kategori obat yang disediakan dalam layalanan telemedicine, yaitu Paket A untuk orang tanpa gejala (OTG), dan Paket B untuk pasien corona dengan gejala sedang.

"Obat atau vitamin akan ditanggung oleh Kemenkes sesuai dengan ketentuan. Tapi jangan sampai obat dan vitamin yang diberikan gratis dari pemerintah kemudian diperjualbelikan," tegas LaNyalla.

Untuk memperlancar pelayanan ini, Kemenkes bekerja sama dengan Apotek Kimia Farma dan Jasa Pengiriman SiCepat untuk menyiapkan dan pengantaran obat dan/atau vitamin untuk pasien. Pasien corona akan mendapat SMS dari SiCepat yang berisi nomor resi dan status pengiriman.

Terakhir, mantan Ketua Umum PSSI itu meminta para senator ikut membantu mensosialisasikan layanan telemedicine di daerahnya masing-masing. Sebab, akan percuma layanan ini ada tapi masyarakatnya tidak tahu.

"Untuk masyarakat yang daerahnya tidak terjangkau layanan telemedicine tidak perlu khawatir karena pemerintah akan tetap memberi bantuan obat-obatan melalui TNI," ucap LaNyalla.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya