Berita

Anggota Komisi III DPR Fraksi Nasdem Eva Yuliana/Net

Politik

Penutupan Jalan Utama Penting, Tapi Kerumunan Di Jalur Alternatif Juga Harus Diawasi

SENIN, 12 JULI 2021 | 09:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aparat keamanan diminta untuk meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi kerumunan di jalan-jalan alternatif. Penguraian kerumunan penting guna mengurangi mobilitas masyarakat.

Anggota Komisi III DPR Fraksi Nasdem Eva Yuliana mengatakan bahwa penutupan sejumlah jalan protokol penting untuk membatasi gerak masyarakat.

Akan tetapi, penutupan jalan ini bukan tanpa masalah. Sejumlah ruas jalan yang menjadi alternatif bagi masyarakat di luar jalur utama menjadi padat.


“Hal ini justru membuat kepadatan baru dan harus menjadi bahan kajian lalu lintas," katanya kepada wartawan, Minggu (11/7).

Menurut politikus Nasdem ini, jalur-jalur alternatif yang menjadi pusat kerumunan harus mendapatkan perhatian lebih. Eva berharap agar masyarakat yang terpaksa melewati jalur alternatif tidak menjadi klaster penularan baru.

"Tentu saja ini harus menjadi kepedulian kita bersama," ujarnya.

Idealnya penutupan jalan bertujuan agar masyarakat di rumah saja, tapi pada kenyataannya masih banyak pengguna jalan yang beraktivitas pada sektor pelayanan, pada kantor pemerintah maupun swasta.

“Sehingga kepadatan lalu lintas terjadi di ruas jalan yang tidak ditutup," sambung Eva.

Eva menekankan, penempatan petugas seharusnya tidak hanya berada di jalan yang ditutup, tetapi juga di sekitar jalan yang menjadi alternatif.

Petugas, lanjutnya, harus hadir untuk mengurai kepadatan lalu lintas masyarakat yang masih harus tetap beraktivitas walau di masa pandemi.

"Saya minta kepada semua Polres dan Dishub untuk mengurai jika terjadi kerumunan atau kepadatan arus lalu lintas di beberapa titik saat penutupan jalan protokol," pungkasnya. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya