Berita

Anggota Komisi XI Fraksi Gerindra DPR-RI, Heri Gunawan/Net

Politik

Indonesia Turun Kelas, Fraksi Gerindra: Penurunan Ekonomi Bukan Karena Covid-19, Harus Dievaluasi

SABTU, 10 JULI 2021 | 18:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Berdasarkan laporan Bank Dunia (World Bank) per Kamis (1/7) Indonesia dinyatakan turun kelas menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income country).

Sebelumnya, Indonesia masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country) pada 2019.

Dalam laporan itu, penurunan kelas terjadi seiring dengan menurunnya pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita pada tahun 2020. Tahun lalu, pendapatan per kapita Indonesia sebesar 3.870 dolar Amerika Serikat, turun dari tahun 2019 yang sebesar 4.050 dolar Amerika Serikat.


Menanggapi hal itu, Anggota Komisi XI Fraksi Gerindra DPR RI, Heri Gunawan, meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi. Hal ini penting agar Indonesia yang notabene negara berpendapatan menengah bisa kembali.

"Status baru Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke bawah sejatinya sudah terlihat sejak akhir 2019 di mana sudah terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi,”ujar Hergun sapaan karib Heri Gunawan dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (10/7).

Hergun menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal IV 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,97 persen (yoy). Capaian tersebut mengalami penurunan dibanding kuartal III tahun 2019 yang bisa tumbuh sebesar 5,02 persen.

Adapun sepanjang tahun 2019 pertumbuhan ekonomi tercatat hanya tumbuh 5,02 persen, melambat dibanding 2018 yang bisa tumbuh sebesar 5,17 persen. Lalu, ekonomi makin memburuk ketika memasuki awal 2020, dimana pada kuartal I tahun 2020 pertumbuhan ekonomi turun  lagi menjadi 2,97 persen.

Meskipun pada 2 Maret 2020 sudah diumumkan adanya kasus Covid-19 untuk yang pertama kali. Namun pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) baru diberlakukan pada 10 April 2020 di Jakarta.

"Hal tersebut memperkuat bukti bahwa penurunan ekonomi pada akhir 2019 hingga awal 2020 belum terkait dengan pandemi Covid-19,” demikian Hergun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya