Berita

Vaksin Abdala buatan Kuba/Net

Kesehatan

Badan Pengawasan Obat Kuba Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Abdala Untuk Pengobatan Covid-19

SABTU, 10 JULI 2021 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pengawasan Obat dan Alat Kesehatan Negara (CECMED) akhirnya memberikan lampu hijau untuk penggunaan vaksin buatan dalam negeri Kuba, Abdala.

Persetujuan itu dikeluarkan pada Jumat (9/7) setelah melalui fase ujicoba ketiga dengan tingkat kemanjuran mencapai 92 persen dalam mengobati virus corona. Regulator menegaskan vaksin Abdala akan bekerja efektif mencapai tingkat keampuhan setelah penggunaan dosis ketiga.

Persetujuan terhadap vaksin Abdala didasarkan pada analisisnya bahwa Abdala memenuhi persyaratan untuk kualitas, keamanan, dan efektivitas, menurut CECMED, seperi dilaporkan AFP, Jumat (9/7).


Kuba adalah negara Amerika Latin pertama yang mampu meluncurkan vaksin buatan dalam negeri. Sejauh ini, otoritas kesehatan sedang mengerjakan lima vaksin virus corona, di mana pada bulan Mei mulai mengimunisasi penduduknya dengan Abdala dan Soberana 2, dua di antara lima vaksin yang dikembangkan.

Pekan ini, otoritas mencacat bahwa ada 6,8 juta dari 11,2 juta orang Kuba telah menerima setidaknya satu dosis dari kedua vaksin.

laboratorium BioCubaFarma mengatakan Abdala menunjukkan kemanjuran 92,28 persen dalam skema tiga dosisnya. Sementara Institut Finlay yang membuat Soberana 2 mengatakan pada Kamis bahwa vaksin buatannya itu juga telah menunjukkan kemanjuran melebihi 91 persen setelah tiga dosis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan ambang batas kemanjuran 50 persen untuk vaksin virus corona guna menawarkan perlindungan terhadap virus atau penyakit.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya