Berita

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution/Net

Politik

Failed Nation Bisa Terjadi Jika Pemerintah Tidak Punya Skala Prioritas

KAMIS, 08 JULI 2021 | 15:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kekhawatiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas bahwa Indonesia akan menjadi negara atau bangsa gagal (Failed Nation) lantaran tidak mampu menyelamatkan rakyat dari lonjakan kasus Covid-19 bisa saja terjadi.

Dengan catatan, apabila pemerintah tidak ada skala prioritas dalam hal ini mengedepankan keselamatan nyawa rakyat Indonesia daripada hal lainnya.

Begitu kata Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk "PPKM Darurat dan Rekor Baru Covid-19" pada Kamis (8/7).


"Oh (pernyataan Ibas) itu sangat mungkin terjadi apabila (pemerintah) kita tidak punya prioritas yang jelas," ujar Syahrial.

Bagi Demokrat, keselamatan nyawa manusia merupakan hal yang penting ketimbang recovery ekonomi. Sementara pemerintah ingin kesehatan dan ekonomi selamat secara bersamaan.

Syahrial menilai, tanda-tanda Indonesia menuju negara gagal sudah bisa terlihat dari tahun lalu. Tepatnya di saat awal-awal pandemi Covid-19.

Di mana pemerintah meneken Perppu 1/2020  tengang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan.

Kini Perppu itu sudah menjadi UU 2/2020 atau dikenal sebagai UU Corona. Banyak pihak menyebut bahwa UU tersebut lebih mementingkan penyelamatan ekonomi ketimbang nyawa rakyat. Bahkan pemegang kendali ekonomi diberi wewenang besar hingga kekebalan hukum.

Dengan kewenangan yang luar biasa itu, seharusnya pemerintah bisa melakukan skala prioritas dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Tapi yang terjadi justru terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan beberapa pekan terakhir ini,” tutupnya.

Selain Syahrial, turut hadir narasumber lain dalam diskusi yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL itu yakni Gurubesar FKM UI Prof Hasbullah Thabrany dan Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal H.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya