Berita

Lead Scientist, The FEDS-Lab, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB), Dr. Iman Sugema, saat menjadi narasumber dalam webinar FEM IPB Universitity bertajuk "PPKM Darurat dan Behavioural Economics" pada Senin, 5 Juli/RMOL

Politik

Lead Scientist FEM IPB: PPKM Darurat Alternatif Paling Mungkin Untuk Ditempuh Sekarang

SENIN, 05 JULI 2021 | 22:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 yang ditetapkan pemerintah merupakan sebuah alternatif yang paling mungkin bisa dilakukan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di tanah air.

Demikian disampaikan Lead Scientist, The FEDS-Lab, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB), Dr. Iman Sugema, saat menjadi narasumber dalam webinar FEM IPB Universitity bertajuk "PPKM Darurat dan Behavioural Economics" pada Senin (5/7).

"PPKM Darurat merupakan satu alternatif yang paling mungkin ditempuh sekarang," ujar Iman.


Ia mengurai, apabila pemerintah tidak menetapkan PPKM Darurat, maka tragedi kemanusiaan tidak bisa terhindarkan. Karena, a menduga kasus positif Covid-19 per harinya bisa mencapai 30 ribu di saat virus varian baru masuk Indonesia, dan itu akan sangat berbahaya.

"Kalau kasus per harinya 30ribu maka kita akan menyaksikan, bukan kolaps ya, akan tapi korban yang tidak perlu," kata Iman.

Dugaan kasus positif harian yang mencapai 30 ribu tersebut, menurut Iman, aspek kesehatan di dalam negeri bakal tak terkendali.

Karena, meskipun masyarakat yang terpapar Covid-19 bisa melakukan perawatan di rumah atau isolasi mandiri , akan tetapi suplai oksigen pasti sangat terbatas, dan tenaga kesehatan (nakes) tidak akan cukup untuk merawat pasien karena pasti akan kewalahan.

"Coba anda bayangkan, 30 ribu per hari dikalikan 15 hari, at one time kita harus merawat kira-kira 450 ribu yang terinfeksi Covid-19. Kita hanya punya dokter kira-kira 160 ribu," tuturnya.

"Jadi, its going to be disaster, dan kemudian orang tidak sempat dirawat di RS, tidak sempat dirawat oleh dokter, akhirnya harus mati di tengah jalan, di rumah, dan sekarang sudah banyak yang tidak tertolong," imbuh dia.

Atas dasar itu, Iman melihat satu upaya untuk menghindarkan hal yang demikian itu adalah dengan melaksanakan PPKM Darurat. Katanya, strategi itu merupakan satu alternatif yang paling mungkin ditempuh pada masa sekarang ini.

"Jadi, kita tidak lagi bicara apakah ini perlu atau tidak. Karena kita ingin mencegah supaya selama dua minggu ke depan home average ya tidak tercapai 30 ribu. Kan hari ini sudah sampai 29 ribu sekian. Jadi ini sangat darurat," demikian Iman.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya