Petugas menyemprotkan disinfektan di Samut Sakhon, Thailand/Net
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Pusat Keunggulan Virologi Klinis di Universitas Chulalongkorn, menunjukkan bahwa varian Delta mendominasi 70 persen orang di Bangkok yang jatuh sakit karena Covid-19.
Hasil penelitian itu diungkapkan oleh Yong Poovorawan, direktur pusat tersebut, di halaman Facebook-nya.
Menurutnya, setelah gelombang pertama Covid-19, strain virus corona dari Wuhan itu muncul pada gelombang kedua di akhir tahun lalu dengan hotspot diidentifikasi di pasar udang pusat di Samut Sakhon.
Dia mengatakan, virus tersebut diduga berasal dari Myanmar.
"Gelombang ketiga saat ini didominasi oleh varian Alpha (Inggris) yang menularkan 1,7 kali lebih cepat daripada jenis Wuhan," kata Yong.
Kluster pertama selama wabah infeksi ketiga berpusat di distrik hiburan kelas atas Thong Lor. Varian Alpha diyakini menyebar dari Kamboja.
Karena wabah saat ini berlanjut, varian Delta dari India pun terus membuat terobosan. Ini 1,4 kali lebih mudah menular daripada strain Alpha.
Pusat tersebut telah menjalankan penelitian pada lebih dari 700 kasus Covid-19 di Bangkok, yang mengkonfirmasi penularan yang cepat. Studi ini juga menunjukkan bahwa 70 persen subjek terinfeksi varian Delta, dan tidak selalu mungkin untuk mengetahui di mana orang tertular virus. Studi ini juga memprediksi varian Delta akan melonjak - terutama di ibu kota.
Supakit Sirilak, direktur jenderal Departemen Ilmu Kedokteran (DoMS), membenarkan bahwa infeksi varian Delta memang sedang meningkat.
Menurut angka terbaru departemen yang dirilis pada 28 Juni, secera keseluruhan di Thailand, Alpha tetap menjadi varian dominan, terhitung 80 persen dari infeksi. Kemudian diikuti oleh varian Delta (16,5 persen) dan Beta (Afrika Selatan) (3,2 persen).
Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25
Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19
Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02
Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00
Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55
Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52
Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41
Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38
Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32
Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17
Selengkapnya