Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS-Jepang Latihan Perang Rahasia Di Laut China Timur Dan Selatan

JUMAT, 02 JULI 2021 | 13:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) dan Jepang dilaporkan melakukan latihan perang rahasia di Laut China Selatan dan Laut China Timur untuk mempersiapkan diri untuk konfrontasi dengan China.

Latihan perang rahasia itu dimulai pada akhir pemerintahan Donald Trump, dan juga dikabarkan terdiri dari respons terhadap kemungkinan konflik antara China dan Taiwan.

Mengutip sumber anonim, The Financial Times melaporkan, latihan rahasia itu difokuskan pada daerah di sekitar Kepulauan Senkaku yang menjadi sumber ketegangan antara Jepang dan China.


Jepang menganggap Senkaku sebagai bagian dari wilayahnya. Klaim yang juga disuarakan China terhadap kepulauan yang diberi nama Kepulauan Siaoyu itu,

Menurut seorang pejabat, ada kebutuhan mendesak untuk kerja sama trilateral antara AS, Jepang, dan Taiwan dalam berbagi informasi mengenai pergerakan angkatan laut dan udara China.

Peneliti di Universitas Cambridge, Dr. Victor Teo menilai AS memiliki tiga tujuan dalam latihan perang rahasia terebut.

Pertama, Washington berusaha menunjukkan tekad Amerika Serikat dalam melindungi kepentingannya di Asia Timur, dan keunggulan aliansi AS-Jepang sebagai instrumen utama dalam melakukannya.

Kedua, mengirim pesan kepada rakyat Taiwan dan Jepang untuk melakukan konfrontasi dengan China. Dan ketiga, AS ingin menunjukkan kepada China bahwa Washington tidak akan bergeming dalam menghadapi konflik dan ancaman kekerasan.

"Sementara latihan itu mungkin merupakan kegiatan yang normal selama masa damai, latihan itu akan ditafsirkan secara berbeda sekarang karena hubungan AS-China berada pada titik terendah. Selama masa-masa sulit ini, latihan ini sangat provokatif dari sudut pandang Beijing," ujar Teo.

Teo mengatakan, latihan seperti itu hanya akan memperkuat tekad di antara semua pihak untuk meningkatkan risiko konfrontasi besar dalam waktu dekat.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya