Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri vaksinasi untuk anak usia 12-18 tahun di SMAN 20 Jakarta./Net

Politik

Anies Baswedan: Jakarta Siap Laksanakan PPKM Darurat

KAMIS, 01 JULI 2021 | 11:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mengikuti arahan pemerintah pusat untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang secara resmi sudah diumumkan Presiden Joko Widodo.

Kesiapan itu disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada anak berusia 12 hingga 17 tahun di SMAN 20 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (1/7).

”Kami di DKI siap untuk melaksanakan (PPKM Darurat)," ungkapnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Jakarta.
 

 
Selain siap melaksanakan PPKM Darurat, Pemprov DKI juga telah berkoordinasi secara intensif dengan jajaran Polda Metro Jaya maupun Kodam Jaya.

"Jadi begitu diumumkan nanti kami akan laksanakan," tutup Anies.

Sebanyak empat bentuk dukungan dari Pemerintah Pusat telah diminta Anies Baswedan dalam rapat koordinasi PPKM Darurat yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Pada poin pertama, Anies meminta pengetatan mobilitas penduduk intra dan antar wilayah yang secara substansial dan signifikan dapat menghentikan lonjakan kasus baru dan menurunkan kasus aktif.

Pengetatan ini, pinta Anies, dilakukan dengan siklus dua mingguan seperti anjuran para ahli epidemiologi.
Selanjutnya Anies meminta pemerintah pusat memberi tambahan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung, seperti pemberdayaan mahasiswa hingga dosen.

"Tracer profesional lapangan butuh tambahan 2.156 (untuk mencapai 15-30 per 100.000 penduduk) serta tenaga vaksinator tambahan sejumlah 5.139 orang. (Nakes: 2.050 orang dan Non nakes: 3.089 orang)," begitu bunyi permintaan ketiga yang dikutip redaksi.

Selanjutnya kebutuhan regulasi untuk mendukung rapid antigen positif bergejala sedang dan kritis dapat ditangani di RS dan diklaim pembiayaannya.

"Komunikasi publik secara lebih intensif terkait keamanan, efektivitas dan kehalalan vaksin," demikian dokumen tersebut.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya