Berita

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban/Net

Kesehatan

Skenario PPKM Darurat Masuk Akal, Pemerintah Harus Konsisten Di Pengawasan

RABU, 30 JUNI 2021 | 13:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana pemerintah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat disambut baik Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (Satgas IDI).

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Covid-19 IDI, Prof. Zubairi Djoerban menilai, langkah intervensi penanganan Covid-19 yang belum diumumkan tersebut punya konsep yang lebih baik dari PPKM Mikro.

Jika melihat dokumen Rapat Terbatas (Ratas) Pemerintah tentang evaluasi PPKM Mikro, PPKM Darurat akan menerapkan pembatasan total (100 persen) untuk daerah risiko tinggi dan risiko sedang penularan Covid-19 (zona merah dan zona oranye).


Sementara itu, untuk wilayah risiko rendah penularan virus Covid-19 (zona kuning), akan diberlakukan PPKM Mikro, di mana pembatasan kegiatan masyarakat hanya diterapkan sebesar 75 persen.

Meskipun skenario tersebut belum diumumkan hingga hari ini, Zubairi Djoerban meyakini PPKM Darurat bisa menekan lonjakan kasus Covid-19 yang setiap harinya mencapai lebih 20 ribu kasus positif baru.

" Saya pikir skenario PPKM Mikro Darurat jauh lebih masuk akal untuk meratakan kurva sehingga layanan medis tidak kewalahan," ujar Zubairi Djoerban dalam akun Twitternya, Rabu (30/6).

Akan tetapi, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mewanti-wanti pemerintah agar bisa konsisten menerapkan kebijakan PPKM Darurat nanti. Terutama, konsisten dalam hal pengawasan pelaksanaan di lapangan.

"Semoga kebijakan ini efektif dan konsisten di pengawasannya. Apalagi kita sedang berpacu antara kecepatan vaksinasi dan penularan Delta. Bismillah bisa," demikian Zubairi Djoerban.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya