Berita

Wakabid Organisasi DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan/RMOLJabar

Politik

Soal Relawan Ganjar Pranowo, PDIP Cirebon Masih Tunggu Titah Mega

SELASA, 29 JUNI 2021 | 15:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Deklarasi Relawan Ganjar Pranowo (RGP) 2024 untuk maju menjadi Capres pada Pilpres mendatang mendapat respons dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon.

Disampaikan Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Organisasi DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan, pengurus DPC PDIP hanya akan mendukung Capres yang menjadi keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Kami sebagai struktur partai akan manut dan mendukung keputusan Ketua Umum Megawati,” kata Aan Setiawan kepada Kantor Berita RMOLJabar di komplek DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (29/6).


Ia beralasan, seluruh keputusan strategis atau penting sudah diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDIP. Sesuai hasil Kongres PDIP ke-5 di Bali.

“Khusus untuk keputusan penting seperti Capres dan kepala daerah seperti bupati, walikota, dan gubernur ditentukan oleh Ketua Umum Megawati,” tegasnya.

Aan tidak mempermasalahkan keberadaan relawan pendukung Puan Maharani maupun Ganjar Pranowo. Bahkan menurutnya, dari masing-masing relawan tersebut telah datang bersilaturahmi ke Kantor DPC PDIP Kabupaten Cirebon.

“DPC sudah mengetahui adanya komunitas pendukung Puan maupun Ganjar, selama itu PDI Perjuangan tidak masalah,” tutupnya.

Relawan Ganjar Pranowo (RGP) 2024 menyatakan siap mendukung sosok Gubernur Jawa Tengah tersebut menjadi Capres pada Pilpres 2024.

Deklarasi Nasional RGP 2024 pun telah dilangsungkan di salah satu hotel yang ada di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, beberapa waktu lalu.

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) RGP 2024, Heru Subagia mengatakan, komunitas tersebut terbentuk atas kesadaran para anggota yang mengaku puas akan kinerja Ganjar Pranowo.

Baik ketika menjadi anggota DPR RI maupun selama Ganjar menjabat sebagai orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah.

"Ini inisiatif dari para relawan. Bukan dari Pak Ganjar. Termasuk kita juga inisiatif sendiri," ujar Heru seperti di Cirebon, Senin (28/6).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya