Berita

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kota Palembang Sutami Ismail/RMOSumsel

Politik

Fraksi PKB Setuju Pemkot Palembang Tambah Utang Rp 116 M Ke SMI, Ini Alasannya

SELASA, 29 JUNI 2021 | 09:05 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Keputusan Pemerintah Kota Palembang untuk kembali melakukan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 116 miliar dapat dukungan fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Palembang.

Padahal, utang sebelumnya sebesar Rp 218 miliar masih dalam proses cicilan pelunasan.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Palembang, Sutami Ismail menilai, utang tersebut sah-sah saja selagi untuk kepentingan masyarakat Palembang.


“Karena memang kondisi saat ini PAD lagi menurun, sementara Kota Palembang ini mengandalkan perdagangan dan jasa. Dari segi itu saja PAD kita minim, hotel-hotel banyak tutup, terus tamu-tamu pariwisata, perdagangan, UKM lagi menurun sekarang. Saya pikir untuk kemaslahatan umat Kota Palembang ini kita setuju,” kata Sutami, Senin (28/6), dikutip Kantor Berita RMOLSumsel.

Sutami menekankan, di balik keputusan berutang tersebut haruslah diikuti oleh penggunaan yang tepat sasaran. Karena setiap utang harus dibayar dan wajib dibayar.

Diakui mantan wartawan ini, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan Pemkot Palembang terkait utang ini.

“Sejauh ini belum ada laporan ke fraksi. DPRD harus tahu soal ini. Mungkin di pimpinan sudah mengetahui itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Anggaran Daerah (BPKAD) Kota Palembang, Zulkarnain mengatakan, Pemkot tengah mengupayakan untuk pembayaran utang. Namun di tengah upaya itu, Pemkot juga akan melakukan pinjaman ke PT SMI sebesar Rp 116 miliar.

“Dana ini bukan untuk bayar utang (terdahulu). Tapi untuk membantu pembiayaan pembangunan infrastruktur di Kota Palembang,” jelasnya, Senin (21/6).

Zulkarnain mengatakan, pihaknya telah mencicil utang tahun 2019/2020 untuk pembangunan infrastruktur kepada pihak ketiga hampir 50 persen dari total hutang Rp 218 miliar.

“Setengah lagi utang yang belum dibayarkan ditargetkan selesai di Agustus 2021,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, Pemkot akan secara berangsur untuk melunasi utang yang belum dibayarkan asalkan serapan PAD membaik.

“Kita lihat hasil pendapatan daerah dulu. Sebab sejauh ini serapan baru 20,93 persen di awal Juni atau Rp 267 miliar,” terangnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya