Berita

Bupati Tangerang Zaki Iskandar saat meninjau TPU Khusus Covid-19/RMOLBanten

Kesehatan

Kabupaten Tangerang Kekurangan Penggali Kubur Khusus Covid-19

SENIN, 28 JUNI 2021 | 17:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tempat pemakaman umum (TPU) khusus Covid-19 di Buniayu, Sukamulya, Kabupaten Tangerang kekurangan penggali kubur.

Kekurangan penggali kubur seiring melonjaknya angka kematian akibat Covid-19. Meski demikian, lahan dipastikan masih mencukupi.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, TPU diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang yang wafat terpapar Covid-19. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau (bed occupancy rate) sudah di atas 90 persen.


"Untuk lahan semuanya siap, tinggal penerangan jalan umum dan fasilitas lain harus kita persiapkan," ungkap Zaki saat meninjau TPU Buniayu didampingi Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pemakaman Iwan Firmansyah, Senin, (28/6).

Zaki mengimbau masyarakat Kabupaten Tangerang agar terus mematuhi protokol kesehatan, menahan diri, menjaga kesehatan diri dan keluarga sehingga tidak melakukan aktifitas yang tidak penting karena Covid-19 sedang meningkat.

"Jangan panik tetap jaga diri dan keluarga," kata Zaki diberitakan Kantor Berita RMOLBanten.

Ditambahkan Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, sejak awal pandemi 2020 hingga Juni 2021 sudah sekitar 282 orang dimakamkan. Semua kasus meninggal Covid-19 tersebut berasal dari masyarakat ber-KTP Tangerang dan luar Tangerang.

"Puncak paling ramai jenazah pada Kamis, (24/6) sampai 21 orang dalam sehari di makamkan di TPU Buniayu," ujar Iwan.

Tahun 2020 saja biasanya satu hari mencapai 5 sampai dengan 15 jenazah dimakamkan. Puncaknya saat ini mengalami peningkatan dan mengerahkan petugas penggali kubur.

"Kita menambah personel petugas penggali kubur sebanyak 15 orang, untuk menyiapkan lubang kubur karena saat ini meningkat," tuturnya.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang yang diunggah melalui website Covid-19.tangerangkab.go.id per tanggal 28 Juni 2021, kasus suspek dirawat 27 orang, kasus konfirmasi total 12.660, kasus konfirmasi dirawat 187 orang, kasus konfirmasi isolasi 595 orang, kasus konfirmasi sembuh 11.596 orang dan kasus konfirmasi meninggal 282 orang.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Board of Peace: Pergeseran Rational Choice ke Pragmatisme Politik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:45

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:58

Ustaz Adi Hidayat Sambangi Markas Marinir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:42

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:26

Praktisi Hukum: Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bisa jadi Alat Kriminalisasi Pengusaha

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:06

PBNU dan Majelis Alumni IPNU Peroleh Wakaf Alquran di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:45

Kejagung Tegaskan Hukuman Mati ABK di Kasus Narkoba sesuai Fakta Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:30

Mantan Danyon Sat 71.2 Kopassus Jabat Dandim 0509 Kabupaten Bekasi

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15

KPK Bakal Kulik Dugaan Aliran Uang Suap Importasi ke Dirjen Bea Cukai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya