Berita

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito/Repro

Kesehatan

Muncul Hoax 'Indonesia High Risk Covid-19', Jubir Satgas: Tidak Perlu Diributkan, Mari Kita Gotong Royong Tekan Lonjakan

SABTU, 26 JUNI 2021 | 22:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Informasi yang menyebut Indonesia ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai negara "A1 High Risk Covid-19" adalah tidak benar.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito juga mengkonfirmasi hal tersebut, setelah sebelumnya sudah dijelaskan Jurubicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Ia mengatakan, informasi tersebut tidak lebih penting dari upaya penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri yang membutuhkan kerja sama dari seluruh masyarakat Indonesia.


Pasalnya, istilah yang muncul dalam hoax yang berupa pesan berantai di aplikasi Whatsaap tersebut, yaitu "WHO tetapkan Indonesia A1 High Risk", tidak pernah disampaikan WHO. Karena, pada dasarnya, WHO menetapkan semua negara di dunia sedang dalam kondisi darurat kesehatan akibat pandemi virus Corona jenis baru.

"Mari kita bersama-sama bergotong royong menyelesaikan masalah penularan di dalam negeri. Tidak perlu kita meributkan label situasi sebuah negara," ujar Wiku kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (26/6).

Karena itu, Wiku mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan sebaran virus Covid-19, yang belakangan ini menjangkiti banyak warga di daerah. Hal itu terlihat dari data terkini yang mencatat tambahan kasus positif mencapai rekor baru, yaitu hingga 21.095 kasus baru.

"Ayo, buktikan bahwa setiap komponen bangsa termasuk media bisa meningkatkan kedisiplinan masyarakat, menghindari kerumunan, menurunkan penularan-penularan di lingkungan keluarga, sehingga kasus bisa direm," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya