Berita

Jurubicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi/Repro

Kesehatan

Kemenkes: Tidak Benar WHO Tetapkan RI Negara A1 High Risk Covid-19

SABTU, 26 JUNI 2021 | 19:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pesan berantai yang memuat informasi mengenai kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia berdasarkan laporan organisasi kesehatan dunia (WHO) dibantah Kementerian Kesehatan.

Jurubicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyatakan, data WHO yang beredar terkait kondisi penyebaran Covid-19 Indonesia benar adanya.

Namun, isi pesan yang beredar dalam pesan berantai tersebut yang menyatakan: "Indonesia ditetapkan WHO sebagai negara dengan risiko dengan kategori A1 High Risk", ditegaskan tidak benar oleh Siti.


"Kementerian Kesehatan sudah memverifikasi informasi tersebut dan mendapatkan keterangan bahwa WHO tidak pernah membuat klasifikasi negara dengan predikat A1 dan kode lainnya," ujar Siti kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (26/6).

Selain itu, Siti juga membantah isi pesan berantai tersebut yang berbunyi: "Artinya, negara lain berhak menolak dan melarang siapa pun yang berasal dari Indonesia (dan negara-negara lain yang terdaftar di A1) memasuki wilayahnya".

"Data laporan benar. Tapi, seluruh negara berkategori high risk, jadi tidak ada hubungannya dengan pelarangan," tegasnya.

Lebih lanjut Siti menjelaskan bahwa laporan WHO tentang situasi pandemi Covid-19 di berbagai negara dilaporakan situasional dan diterbitkan per minggu serta bisa diakses publik.

Namun untuk mempertegas pesan berantai yang beredar adalah tidak benar, Siti menekankan bahwa WHO hanya menetapkan istilah high risk pada kondisi penyebaran Covid-19 dunia, dan itu pun disampaikan pada tahun lalu.

"Secara umum, sejak 11 Maret 2020, kondisi pandemi diumumkan WHO sebagai pernyataan bahwa seluruh dunia berkategori high risk penyebaran SARS-COV-2 (kode untuk penyebutan virus Covid-19)," demikian Siti Nadia Tarmizi.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Menteri Haji Usul BPIH 2027 Naik 10-15 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:22

Perpres Ojol 2026 Dikebut, Ini 3 Tarif yang Bakal Diatur Pemerintah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12

Film Insidious: Out of the Further Resmi Tayang di Indonesia, Ini Sinopsisnya

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:01

Penyegaran AKD Golkar Strategis Perkuat Kinerja DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:54

Rupiah Menguat Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:38

Trump Hentikan Latihan Militer AS-Korsel Lebih Cepat Demi Hubungan Baik dengan Korut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26

IGCE 2026 Momentum Indonesia Jadi Raksasa Geothermal Dunia

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:23

Polri-Kejagung Kompak Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:21

Mantan Pelatih Pelatnas Panjat Tebing Jadi Tersangka Pelecehan Atlet

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:01

Gerak Cepat Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45

Selengkapnya