Berita

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas BNPB, Alexander Ginting (kanan atas)/Rep

Kesehatan

Satgas BNPB: Lojakan Covid-19 Terjadi Karena Vaksinasi Tidak Didukung Kepatuhan Prokes

SABTU, 26 JUNI 2021 | 12:38 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Persoalan Covid-19 di Indonesia yang pecah rekor baru membuktikan pandemi sudah dalam tahap gawat darurat dan masuk dalam fase gelombang kedua.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas BNPB, Alexander Ginting mengatakan, positif rate Indonesia saat ini sudah menyentuh angka 8,35 persen.

Angka tersebut dikatakan Alexander, pada 24 Juni ada penambahan kasus positif itu telah mencapai tertinggi selama masa pandemi berjalan lebih kurang 20.574 orang.


"Dan kemudian jumlah kasus aktif juga sudah di atas 100 ribu yang tadinya sebelum lebaran di bawah 100 ribu, dan sekarang ini sudah hampir 172 ribu," ujar Alexander dalam diskusi "Polemik: Covid Gawat Darurat", Sabtu (26/6).

Kata dia, lonjakan ini menjadi lebih tinggi dari lonjakan pada bulan Januari dan Februari usai masa libur Natal dan Tahun Baru.

"Jadi saat ini dengan angka positif rate 8,35 persen dan kemudian jumlah kasus yang sudah dinyatakan sembuh lebih kurang 88,9 persen," katanya.

Alexander melanjutkan, untuk kasus meninggal cukup banyak dalam 5 hari terakhir, dan sudah meyentuh hampir 56 ribu orang.

Lonjakan kasus yang signifikat ini, kata Alexander, menjadi bukti bahwa vaksinasi tanpa penerapat protokol kesehatan tidak akan menjadi baik-baik saja.

"Memang kita sudah vaksinasi tapi persoalan juga mobilitas penduduk dan kepatuhan terhadap 3M ini belum maksimal," ucapnya.

Selain Alexander, hadir pembicara lain,  Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqif, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Harif Fadhillah, Epidemolog UI, Budi Haryanto, dan penyintas Covid-19 klaster keluarga, Budhi Setiawan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya