Berita

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Moh. Adib Khumaidi/Net

Kesehatan

Saran PB IDI Hadapi Lonjakan Pasien: Semua Wilayah Harus Mapping Ketersediaan Faskes Dan Nakes

JUMAT, 25 JUNI 2021 | 21:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Solusi menghadapi lonjakan pasien positif Covid-19 di rumah sakit bisa dilakukan sejak dini melalui upaya pemetaan atau mapping ketersediaan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) oleh pemerintah daerah.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Moh. Adib Khumaidi saat mengisi webinar bertajuk "Tim Mitigasi PB IDI dan Media Terkait Situasi Terkini Pandemi dan Perlindungan Dokter di Indonesia" pada Jumat (25/6).

"Kalau semua wilayah bisa mapping dengan baik, maka kita akan bisa mengantisipasi dan memitigasi masalah kapasitas faskes, termasuk nakes," kata Adib.


Adib menuturkan, jika mapping dilakukan maka mitigasi ketersediaan faskes dan nakes bisa terlaksana. Misalnya, kata dia, dengan melakukan subsidi silang faskes dan nakes antarwilayah dimaksud.

"Kita bisa subsidi antar rumah sakit misalnya," kata dia.

Pasalnya, Adib menegaskan bahwa jika ada informasi yang menyebutkan bahwa virus Covid-19 varian Delta hanya menyerang kelompok rentan adalah tidak demikian.

"Tidak memilih risiko usia lanjut saja, tapi semua umur," tegasnya.

Kendati begitu, Adib menekankan bahwa ada satu upaya preventif yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terpapar varian Delta. Yakni dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan dan 5M antara lain mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

"Preventifnya sama, prokes 5M," demikian Adib.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Board of Peace: Pergeseran Rational Choice ke Pragmatisme Politik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:45

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:58

Ustaz Adi Hidayat Sambangi Markas Marinir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:42

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:26

Praktisi Hukum: Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bisa jadi Alat Kriminalisasi Pengusaha

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:06

PBNU dan Majelis Alumni IPNU Peroleh Wakaf Alquran di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:45

Kejagung Tegaskan Hukuman Mati ABK di Kasus Narkoba sesuai Fakta Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:30

Mantan Danyon Sat 71.2 Kopassus Jabat Dandim 0509 Kabupaten Bekasi

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15

KPK Bakal Kulik Dugaan Aliran Uang Suap Importasi ke Dirjen Bea Cukai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya