Berita

Tangkapan layar video viral seorang dokter paru di RS Pertamina Jaya terkait varian Delta Covid-19/Repro

Kesehatan

Video Viral, Dokter RS Pertamina Jaya: Kami Kewalahan, Varian Delta Jangan Diremehkan

JUMAT, 25 JUNI 2021 | 15:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah video viral yang tersebar di media sosial WhatsApp menunjukkan peringatan seorang dokter paru di RS Pertamina Jaya, Jakarta.

Dokter dengan APD lengkap itu mengaku kewalahan dengan kasus varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India tersebut.

"Kami di Jakarta sendiri sudah banyak. Kita sendiri sudah kewalahan dengan varian ini, dan sangat-sangat tidak bisa diremehkan," ujarnya dalam video yang dilihat redaksi pada Jumat (25/6).


Menurut sang dokter, varian Delta sangat mudah menular dan sulit terdeteksi. Bahkan terkadang perlu beberapa kali tes swab PCR untuk mendeteksi infeksi varian tersebut.

Varian tersebut juga ditegaskan tidak mengenal usai, bahkan banyak pasien berusia 20 tahun-an terinfeksi.

"Jadi jangan lengah, dan tolong sekali saya sangat meminta, bukan hanya jaga jarak tapi juga masker," imbaunya.

Ia menjelaskan, menjaga jarak hanya berfungsi untuk mencegah penularan secara droplet. Sedangkan aerosol atau partikel-partikel lebih kecil dari droplet masih bisa berkeliaran di udara dalam waktu tertentu. Akibatnya mereka yang tidak memakai masker sangat rentan terinfeksi.

Dengan penularan varian Delta yang semakin tinggi, dokter wanita itu juga menganjurkan agar penggunaan masker dilakukan dua lapis.

"Sekarang masker bedah satu lapis tidak bisa lagi. Ini demi keselamatan kita semuanya. Karena varian India ini luar biasa ganasnya," ucapnya.

Dalam penggunaan masker dua lapis, ia merekomendasikan agar masker bedah dilapisi dengan masker kain.

"Mohon kesediaan masyarakat untuk menggunakan dan menjalani 5M ini. Kami sudah kewalahan, obat-obatan sudah banyak yang habis," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya