Berita

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Nusron Wahid/Net

Politik

Nusron Wahid: Hentikan Polemik Ivermectin, Segera Lakukan Uji Klinik

JUMAT, 25 JUNI 2021 | 01:19 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Nusron Wahid meminta semua pihak untuk menghentikan polemik tentang Invermectin yang masuk sebagai salah satu obat terapi virus corona baru (Covid-19).

Kata Nusron, Kementerian Kesehatan perlu segera melakulan uji klinik terhadap Invermectin sebagai terobosan dan ikhtiar dalam situasi darurat untuk menemukan obat apa saja yang dapat digunakan sebagai obat terapi Covid-19.

"Polemik tentang Invermectin sebaiknya dihentikan melalui uji klinik oleh Kementerian Kesehatan. Dalam situasi yang serba darurat segala terobosan harus dilakukan," kata Nusron Wahid, (24/6).


Nusron mengungkapkan, Ivermectin memang tidak masuk sebagai obat Covid-19, karena memang sampai sekarang Covid-19 belum ada obatnya.  

Ditambahkan Nusron, Ivermection sama seperti obat-obat lain yang diberikan dalam proses recovery Covid, Ivermectin hanya terapi untuk menambah imun.

"Artinya, yang digunakan selama ini bukan murni obat Covid-19. Tapi nyatanya juga menyembuhkan," ungkap Nusron.

Nusron yang pernah terpapar Covid-19 menceritakan pengalaman bagaimana obat yang digunakan.

"Saya isolasi di rumah sakit 17 hari tidak pernah dikasih obat Covid-19. Hanya diinfus dan suntik vitamin. Orang sakit apapun, meski tidak Covid-19 juga dikasih terapi yang sama. Nyatanya saya Alhamdulillah bisa pulih," beber Nusron.

Tokoh muda NU ini mengungkapkan, gagasan tentang pembagian obat Ivermectin yang akan diproduksi oleh Indofarma sangat baik dan membantu bagi orang-orang menengah bawah yang terkena gejala ringan dan sedang. Bukan untuk gejala berat.

"Karena itu, daripada informasi tentang Invermectin liar, sebaiknya  Kemenkes segera uji klinia saja. Biar clear and clear. Ada manfaatnya apa tidak Invermectin itu," terangnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya