Berita

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra/Repro

Kesehatan

Prihatin Kasus Positif Sampai 20 Ribu, IAKMI Tawarkan Solusi Lockdown Se-Jawa Atau Tracing 700 Ribu Per Hari

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 22:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kenaikan kasus positif Covid-19 pada Kamis (24/6) yang mencapai 20.574 orang mengharuskan pemerintah melakukan intervensi kebijakan.

Usulan pun mulai berdatangan, yang salah satunya disampaikan Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra.

Mulanya, ia menyampaikan kekecawaannya atas lonjakan kasus positif baru hari ini, yang menurutnya erat kaitannya dengan kebijakan penanganan Covid-19 yang dipilih pemerintah.


"Sungguh memprihatinkan," ujar Hermawan saat dibubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (24/6).

Kendati begitu, epidemiolog dari Universitas Indonesia ini menyampaikan solusi praktis yang diharapka bisa diterima pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19, yang utamanya disebabkan varian Delta yang sudah mewabah di beberapa daerah.

Hermawan punya dua opsi yang bisa dipilih pemerintah. Dari kedua opsi tersebut, menurutnya pemerintah bisa mengambil salah satunya untuk mengendalikan keganasan Covid-19.

"Solusinya lockdown regional atau tracing 700 ribu spesimen per hari," sarannya.

"Jika mau lockdown regional, ya pulau besar. Se-Jawa misalnya," demikian Hermawan Saputra.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per Kamis (24/6), jumlah pemeriksaan di 34 provinsi terdampak sebanyak 90.503 orang dengan jumlah spesimen yang diambil 136.896 sampel.

Dari pemeriksaan tersebut, didapatkan kasus positif baru sebanyak 20.574 orang. Angka ini naik drastis dari rekor sebelumnya yang terjadi pada Rabu kemarin (23/6) sebanyak 15.308 orang.

Namun akibat pertambahan kasus hari ini, total kasus positif di Indonesia kini sudah mencapai 2.053.995 orang.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya