Berita

Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng/Net

Politik

Saran Tanri Abeng, Direksi BUMN Yang Merangkap Komisaris Di Anak Usaha Jangan Digaji Dobel

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 17:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Praktik rangkap jabatan di kalangan petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternyata bukan isapan jempol semata. Temuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) setidaknya mengkonfirmasi dugaan tersebut.

Temuan ini membuat mantan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanri Abeng ikut bersuara. Dia meminta pembatasan posisi dan honor direksi yang rangkap jabatan masuk dalam aturan baru yang termuat dalam RUU BUMN.

Permintaan Tanri Abeng disampaikan langsung dalam Rapat Panja Penyusunan Naskah Akademis dan RUU tentang BUMN dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/6). Di mana DPR RI tengah merevisi UU 19/2003 tentang BUMN yang sudah berusia 17 tahun.


Mantan Komisaris Utama PT Pertamina itu menyarankan agar direksi BUMN hanya bisa menjadi komisaris atau rangkap jabatan hingga batas anak usaha saja. Bukan hingga cucu perusahaan

"Di BUMN ini ada anak cucu, bisa bisa direksi di-holding masuk ke cucu jadi kalau memang diperkenankan sebaiknya dibatasi hanya kepada anaknya saja," ujarnya.

Jika direksi dari perusahaan holding menjadi komisaris di anak usaha, maka yang bersangkutan tidak perlu mendapatkan honor atau gaji dobel. Ini lantaran pengelolaan perusahaan sudah menjadi tugas dari direksi tersebut.

"Jadi kalau dia kerja ke bawah itu memang bagian dari tugasnya, itu tidak jadi masalah. Kira-kira solusinya kalau saya seperti itu," jelasnya.

KPPU mencatat sebanyak 31 direksi atau komisaris di sektor keuangan, asuransi, dan investasi melakukan rangkap jabatan. Di sektor pertambangan ada 12 direksi atau komisaris dan sektor konstruksi sebanyak 19 direksi atau komisaris.

Data yang paling mencengangkan adalah satu orang direksi atau komisaris merangkap jabatan di 22 perusahaan sektor tambang.

Ketua KPPU Kodrat Wibowo menegaskan bahwa dokumen atau surat yang berisi perihal data, saran, dan pertimbangan dari hasil investigasi sudah dikirimkan sejak 22 Maret 2021.

Dalam surat itu, KPPU menyarankan agar Menteri BUMN Erick Thohir mencabut Peraturan Menteri (Permen) BUMN 10/2020. Isinya memperbolehkan dewan komisaris dan dewan pengawas BUMN merangkap jabatan sebagai dewan komisaris pada perusahaan selain BUMN.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya