Berita

Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Harianto Sinulingga (tengah)/Net

Politik

Alasan Qodari Salah Kaprah, Jokowi 3 Periode Justru Akan Membentuk Polarisasi Baru

SELASA, 22 JUNI 2021 | 14:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Cara berpikir Direktur Eksekutif Indobarometer, M. Qodari dinilai salah kaprah. Mulai dari gagasan mengusung Presiden Jokowi maju lagi untuk periode ketiga, hingga cara meloloskan gagasannya itu.

Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Harianto Sinulingga mengkritik pola pikir Qodari yang menyebut aspirasi mengusung Jokowi menjabat 3 periode tidak melanggar konstitusi.

Qodari beralasan bahwa gagasan itu bisa terwujud lewat pasal pasal 37 UUD. Pasal ini sendiri merinci tata cara untuk mengamandemen UUD 1945.


Pola pikir ini, kata Andi Sinulingga justru membuka peluang bagi organisasi yang telah dibubarkan pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk kembali bangkit dan menyuarakan aspirasi.

“Kalau kita mau konsisten berpikir tentang perubahan UUD, maka orang yang punya aspirasi khilafah juga harus dikasih tempat yang sama untuk bisa kampanye mempengaruhi publik secara terbuka dan tidak boleh dihalang-halangi dengan alasan bertentangan dengan konstitusi negara,” ujarnya kepada redaksi, Selasa (22/6).

Sementara soal argumentasi Jokowi 3 periode yang oleh Qodari disebut akan mereduksi polarisasi Pilpres 2019 lalu, bagi Andi Sinulingga hal tersebut sangat spekulatif dan salah kaprah.

Sebaliknya, Andi Sinulingga menilai bahwa wacana itu justru akan membentuk polarisasi baru.

“Sebab akan banyak orang mengelompokkan diri pada barisan yang tidak setuju masa jabatan presiden lebih dari 2 periode,” tegasnya.

Andi Sinulingga mengingatkan bahwa saat ini, di kala Jokowi belum habis masa amanah di periode kedua, rakyat sudah mulai jenuh. Sehingga tidak terbayangkan bagaimana jika nanti mantan walikota Solo itu kembali menjabat.

Dia juga mengingatkan bahwa rakyat Indonesia sudah dalam satu kesepahaman untuk tidak mengkhultuskan individu. Kesepahaman ini tentu tidak boleh dilanggar agar Indonesia tidak lagi terjerumus ke jurang kehancuran.

“Dulu kan kita menolak kultus individu, kok sekarang berubah? Ide jokowi 3 periode itu seolah ingin menegaskan bahwa hanya Jokowi saja satu-satunya yang terbaik di negeri ini, tak ada yang lain,” demikian Andi Harianto Sinulingga.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya