Berita

Lambang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia/Net

Politik

Penundaan Munas Kadin Menunggu Arahan Pemerintah

SELASA, 22 JUNI 2021 | 13:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Panitia Musyarawah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus menjalin komunikasi dengan pemerintah. Komunikasi tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan munas di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang sedianya akan digelar pada 30 Juni 2021.

Saat ini banyak pihak tengah mendorong agar munas ditunda lantaran lonjakan Covid-19 yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Ketua Pelaksana Munas VIII Kadin, Adisatrya Sulisto menjelaskan bahwa munas bisa saja ditunda jika Covid-19 terus melonjak. Namun pihak panitia masih menunggu arahan langsung dari pemerintah.


Menurutnya, Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roslani dan panitia terus berkomunikasi dengan pemerintah, karena sesuai rencana munas akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Bila arahan pemerintah ditunda, tentu akan kami tunda," kata Adisatrya kepada wartawan, Selasa (22/6).

Sejumlah Kadinda telah menyatakan sikap untuk mendukung penundaan munas karena Covid-19 yang semakin meningkat dan bisa mengancam keselamatan peserta munas.

Di antaranya Kadinda Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, Sumatera Utara, Lampung, Yogyakarta, dan Papua Barat.

Ketua Kadin Jawa Tengah Kukrit Wicaksono menilai bahwa gelaran munas di saat Covid-19 mengganas adalah hal yang tidak tepat. Dia menyarankan agar panitia mencari waktu yang tepat agar corona tidak makin mewabah.

“Kadin mesti menunjukkan profesionalitasnya," ujar Kukrit.

Sementara Ketua Kadin Papua Barat Immanuel Yenu mengajak anggota Kadin untuk mematuhi imbauan Presiden Jokowi dengan tidak membuat kerumunan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya