Berita

PLTN Bushehr/Net

Dunia

PLTN Bushehr, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Satu-satunya Di Iran Ditutup Darurat

SENIN, 21 JUNI 2021 | 11:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Iran dilaporkan telah menutup darurat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr yang dikelola oleh perusahaan listrik Tavanir. Itu merupakan PLTN satu-satunya di Iran.

Menurut pejabat Tavanir, Gholamali Rakhshanimehr, penutupan dimulai pada Sabtu (19/6) selama tiga hingga empat hari, seperti dikutip Channel News Asia.

Ia mengatakan, penutupan dapat terjadi, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut penyebab penutupan kali ini dilakukan. Ini adalah pertama kalinya Iran melaporkan penutupan darurat di PLTN Bushehr.


PLTN Bushehr dibuka pertama kali pada 2011 dengan bantuan Rusia. Iran diharuskan mengirim batang bahan bakar bekas dari reaktor kembali ke Rusia sebagai tindakan nonproliferasi nuklir.

PLTN Bushehr didorong oleh uranium yang diproduksi di Rusia, bukan Iran, dan dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional Perserikatan Bangsa Bangsa (IAEA).

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (20/6), Tavanir mengatakan PLTN sedang diperbaiki. Dikatakan pekerjaan perbaikan akan memakan waktu hingga Jumat (25/6).

Pada Maret, pejabat nuklir Mahmoud Jafari mengatakan PLTN itu dapat berhenti bekerja karena Iran tidak dapat memperoleh suku cadang dan peralatan untuk itu dari Rusia karena sanksi perbankan yang diberlakukan oleh AS pada 2018.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya