Berita

Gelandang Turki, Hakan Çalhanoğlu, kecewa tak bisa bertahan lebih lama di Euro 2020/Net

Sepak Bola

EURO 2020

Curhatan Pemain Turki Usai Tersingkir Dari Euro 2020

SENIN, 21 JUNI 2021 | 09:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tiga kali bermain, 3 kali kalah. Hanya bisa mencetak 1 gol dan kebobolan 8 kali. Itulah hasil yang diraih Turki sepanjang fase grup Euro 2020.

Turki pun berada di peringkat 4 Grup A tanpa mampu meraih poin. Hasil ini memastikan Turki jadi tim pertama yang harus pulang dari gelaran Euro 2020.

Perolehan tahun ini jelas lebih buruk dibanding kegagalan mereka di Euro 2016. Saat itu, Turki masih bisa meraih 1 kemenangan di fase grup. Sedangkan 2 laga lainnya juga berakhir dengan kekalahan. Meski akhirnya tetap tak bisa lolos ke 16 besar.


Sudah tentu para penggawa Timnas Turki merasa kecewa. Padahal mereka membawa ambisi besar sebelum mengikuti turnamen ini.

Menurut gelandang Hakan Çalhanoğlu, para pemain Turki telah bekerja keras untuk menuju Euro 2020. Sehingga para pemain pun kecewa, karena apa yang mereka inginkan tak bisa tercapai.

"Turnamen ini menjadi sebuah kekecewaan bagi kami. Kami harus belajar dari kesalah kami, tapi kami tak boleh menundukkan kepala. Ini sebuah tim yang sangat muda, dan kami akan bisa lebih baik lagi," ucap Çalhanoğlu dikutip euro2020.com, Senin (21/6).

Senada dengan ÇalhanoÄŸlu, striker Burak Yilmaz kecewa laga melawan Swiss berakhir buruk bagi Turki di Euro 2020. Namun dia bertekad untuk tetap melangkah ke depan dengan penuh keyakinan.  

"Saya harus mengakui, kami belum bisa tampil di sebuah turnamen besar. Kami telah lolos di sejumlah Euro, kami juga tampil bagus di Kualifikasi Piala Dunia, tapi saya merasa kami butuh belajar bagaimana bermain di turnamen seperti ini. Itu pelajaran yang harus kami lakukan," kata Yilmaz.

Sepanjang mengikuti putaran final Piala Eropa, hasil terbaik yang pernah diraih Turki adalah jadi semifinalis pada Euro 2008. Namun, dalam 2 edisi terakhir Euro, termasuk Euro 2020, Turki selalu hanya bisa bertahan hingga fase grup saja.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya