Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jika Vaksinasi Covid-19 Terus Tertunda, Brasil Akan Hadapi Wabah Terburuk Di Dunia

SENIN, 21 JUNI 2021 | 08:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para ahli kesehatan memperingatkan situasi Covid-19 yang akan lebih buruk di Brasil, bahkan menjadi wabah paling mematikan di dunia, jika vaksinasi terus tertunda dan pemerintah tidak mendukung protokol kesehatan.

Sejauh ini, hanya 11 persen orang Brasil yang telah divaksinasi sepenuhnya. Ahli epidemiologi mengatakan, kematian akan terus bertambah meski vaksinasi ditingkatkan karena munculnya musim dingin dan varian baru virus corona.

Kementerian Kesehatan per 19 Juni mencatat Brasil sudah memiliki 17,8 juta kasus Covid-19 dengan lebih dari 500 ribu kematian. Selama sepekan terakhir, Brasil memiliki rata-rata 2.000 kematian per hari.


Sementara itu, Pan American Health Organization (PAHO) melaporkan terdapat 1,1 juta kasus baru Covid-19 dengan 31 ribu kematian di Amerika pada pekan lalu. Banyak dari kasus tersebut terdapat di enam negara, yaitu Meksiko, Belize, Guatemala, dan beberapa tempat di Karibia.

PAHO memperingatkan bahwa situasi Covid-19 Kolombia berada pada titik terburuknya, dengan tempat tidur unit perawatan intensif dipenuhi di kota-kota besar.

Para ahli melihat jumlah korban di Brasil, yang sudah menjadi yang tertinggi di Amerika Latin, meningkat jauh lebih tinggi.

"Saya pikir kita akan mencapai 700 ribu atau 800 ribu kematian sebelum kita melihat efek vaksinasi," kata mantan kepala regulator Brasil Anvisa, Gonzalo Vecina, seperti dikutip Reuters.

"Kami mengalami kedatangan varian baru ini dan varian India akan mengirim kami untuk mengulang," tambahnya.

Vecina kemudian mengkritik penanganan pandemi Covid-19 oleh Presiden Jair Bolsonaro, termasuk kurangnya respons nasional yang terkoordinasi dan skeptisisme terhadap vaksin, lockdown, dan persyaratan pemakaian masker.

Ribuan warga Brasil memprotes penanganan pandemi oleh Bolsonaro pada Sabtu, menyalahkan pemerintah atas tingginya angka kematian dan menyerukan penggulingan presiden.

Peneliti di pusat biomedis Brasil Fiocruz, Raphael Guimaraes, mengatakan penundaan program vaksinasi di Brasil akan akan berdampak setidaknya hingga September atau lebih.

Guimaraes memperingatkan, Brasil dapat kembali mengalami wabah terburuk pada Maret hingga April lalu, ketika angka kematian mencapai rata-rata 3.000 per hari.

"Kami masih dalam situasi yang sangat kritis, dengan tingkat penularan yang sangat tinggi dan hunian tempat tidur rumah sakit yang masih kritis di banyak tempat," jelasnya.

Ahli epidemiologi di Universitas Sao Paulo, Ester Sabino, mengatakan vaksinasi akan sangat penting dalam mengalahkan virus di Brasil, setelah gagal mencegahnya dengan jarak sosial dan masker.

"Kami benar-benar perlu meningkatkan vaksinasi dengan sangat cepat," kata Sabino.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya