Berita

Dutabesar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy/Net

Dunia

Pilih Abstain, Rusia: Resolusi PBB Soal Embargo Senjata Myanmar Telah Dipolitisasi

MINGGU, 20 JUNI 2021 | 08:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia menjadi salah satu dari 36 negara yang menyatakan abstain dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB untuk resolusi embargo senjata ke Myanmar.

Menurut Dutabesar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy, resolusi PBB tersebut politis dan tendensius.

"Jika Anda berbicara tentang isinya, maka kami harus mencatat bahwa penulis tidak dapat menunjukkan pendekatan yang seimbang dan tingkat pemahaman yang tepat tentang kompleksitas dan sifat multifaset dari realitas saat ini di Myanmar," ujar Polyanskiy, seperti dikutip dari Sputnik.


Di dalam resolusi tersebut, PBB mengutuk kudeta yang dilakukan oleh militer terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi. PBB juga mendesak junta untuk mengembalikan transisi demokrasi, serta mengutuk kekerasan berlebihan setelah kudeta.

Di dalam resolusi itu, PBB meminta semua negara untuk mencegah aliran senjata ke Myanmar. Lebih lanjut, PBB juga meminta angkatan bersenjata Myanmar untuk segera dan tanpa syarat membebaskan Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, serta pejabat dan mereka yang ditahan sewenang-wenang.

"Alih-alih itu, teks tersebut mencoba untuk mendorong prioritas nasional satu dimensi dari negara-negara anggota tertentu. Rancangan resolusi menonjol karena sifatnya yang dipolitisasi dan beberapa bagiannya secara terbuka bias atau dipisahkan dari kenyataan," lanjut Polyanskiy.

Kudeta militer di Myanmar terjadi pada 1 Februari 2021. Setelah kudeta, Myanmar dilanda kekacauan dengan protes massal di seluruh negeri terjadi hampir setiap hari. Junta memberikan tanggapan dengan kekerasan yang membuat ratusan warga sipil meninggal dunia.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya