Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar, Mukhtarudin/Net

Politik

Polemik Permenperin 3/2021, Komisi VI: Jangan Seret Petani Ke Agenda Politik Pragmatis

SELASA, 15 JUNI 2021 | 15:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Reaksi penolakan Permenperin 3/2021 tak lebih sebagai ekspresi kekecewaan pihak-pihak tertentu yang tidak diakomodir kepentingan pragmatisnya.

Anggota Komisi VI DPR RI, Mukhtarudin berpandangan, jika disikapi secara jernih dan memahami substansinya, Permenperin 3/2021 sejatinya sebagai upaya membenahi industri gula tanah air dalam rangka menuju swasembada gula.

"Jadi bukan mengakomodir kepentingan segelintir kelompok yang selama ini tidak patuh terhadap aturan. Misalnya soal penyediaan lahan, penanaman tebu hingga pembinaan petani sebagai wujud menuju swasembada gula tidak pernah mereka lakukan," kata Mukhtarudin, Selasa (15/6).


Politisi Golkar ini memandang pabrik-pabrik gula berbasis tebu yang tidak melaksanakan kewajiban membuka perkebunan tebu perlu dievaluasi izinnya.

Oleh karena itu, suara-suara penolakan Permenperin tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan. Penolakan tersebut juga tidak substansial dan terlihat memiliki agenda tersembunyi.

"Janganlah para petani tebu kita dibawa-bawa ke dalam kepentingan politik pragmatis yang justru bertolak belakang dengan semangat swasembada kita," sindirnya.

Mukhtarudin juga menegaskan, penolakan yang dilakukan tidak memiliki cukup dasar dan alasan yang rasional. Sebab semua pemangku kepentingan terkait dan relevan, justru mendukung keberadaan Permenperin ini.

"Kalau mau bangun penolakan itu dengan argumen yang logis, jangan karena didorong oleh kekuatan segelintir pihak tertentu. Permenperin diterima semua stakeholder yang relevan, artinya memang aturan ini semangatnya jelas, yaitu menuju swasembada gula," tegasnya.

Gerakan penolakan sebelumnya dilakukan massa yang menggelar aksi damai istigosah bertajuk 'Istighotsah untuk Kesejahteraan Petani Tebu dan Pelaku UMKM Makanan Minuman di Jawa Timur', di Jawa Timur, Senin kemarin (14/6).

Hadir dalam Istighotsah tersebut Katib Syuriah PWNU Jawa Timur dan Ketua MUI Jatim, KH Syafruddin Syarif; Ketua Lakpesdam NU Jawa Timur, Listyono Santoso; Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU Jawa Timur, Gus Ghufron Achmad Yani serta beberapa lainnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya