Berita

Tokoh senior, DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Rakyat Ingin Perbaikan, Mari Masifkan Serangan Balik Di Medsos Secara Faktual Dan Solutif

SELASA, 15 JUNI 2021 | 14:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keberadaan pendengung bayaran atau BuzzerRp di media sosial merupakan bagian dari sampah demokrasi. Sebab mereka hadir untuk menghancurkan kritik dengan cara menyerang pribadi pembawa kritik. Bukan substansi dari kritik yang disampaikan.

Tokoh senior, DR. Rizal Ramli menilai bahwa sesungguhnya BuzzerRp tidak sekuat yang dibayangkan oleh masyarakat. Dalam hitungannya, BuzzerRp berjumlah tidak lebih dari 100 ribu orang.

“Mereka digerakkan oleh pembina dan influencerRp, 1 juta tweets, IG, FB per hari. Kesannya super kuat,” urai Rizal Ramli kepada wartawan, Selasa (15/6).


Para BuzzerRp itu kemudian bertugas untuk memuji setinggi langit para junjungan mereka atau pihak yang membayar mereka.

Serangan pribadi juga dilancarkan BuzzerRp untuk mem-bully oposisi atau orang yang mengkritik.

“Inilah sampah demokrasi, yang dibayar oleh pejabat-pejabat minim prestasi dan koruptor,” tegas Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini.

Atas alasan itu, Rizal Ramli mengajak kelompok pro demokrasi untuk bersatu. Dia mengingatkan bahwa mayoritas bangsa ini ingin perubahan dan perbaikin. Hanya saja, upaya perbaikan yang dilakukan selama ini sebatas sporadik, tidak terorganisir, dan tidak masif.

Mantan Menko Kemaritiman itu pun mengajak para aktivis untuk bangkit bersatu dan melakukan serangan balik di media sosial.

Dia kembali menekankan bahwa kesan kuat BuzzerRp sebatas ilusi dan bisa dikalahkan jika semua bersatu dan masih di medsos.

Namun demikian, Rizal Ramli menekankan agar serangan balik dilakukan tidak dengan cara-cara murahan yang dilakukan BuzzerRp, seperti mem-bully pribadi pembawa pesan. Melainkan harus faktual, analitik, dan solutif.

“Serangan balik via social media yang masif harus faktual, analitik, kalau bisa solutif. Setiap Selasa Kamis siang. Ajak seluruh aktivis dan rakyat yang ingin perubahan dan perbaikan nasib,” ajaknya.

“Alerta! Alerta ! Blok BuzzerRp dan influenceRP segera! Rakyat menang,” demikian Rizal Ramli.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya