Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

ProDEM: Menurut Analisa Gatuk, Rezim Runtuh Bukan Karena Dana Haji, Tapi Pemilihan Panglima TNI

SENIN, 14 JUNI 2021 | 13:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintahan Presiden Joko Widodo memang tengah dilanda beragam masalah. Bahkan tak jarang ada yang memprediksi Jokowi jatuh karena tumpukan masalah yang ada. Namun faktanya, hingga kini Jokowi tetap kokoh berdiri.

Menanggapi itu, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mengungkap sebuah analisa gotak-gatik-gatuk yang ramai diperbincangkan di kalangan politisi.

Dalam analisa itu dijelaskan bahwa yang membuat rezim runtuh, bukan karena korupsi bansos yang menyeret mantan menteri dari PDIP, Juliari Batubara. Bukan juga karena ekonomi yang seharusnya meroket malah jadi tekor selama dipimpin Jokowi.


“Bahkan bukan juga karena dana haji yang sedang marak, dan bukan karena rencana pajak sembako,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/6).

Iwan Sumule menjelaskan bahwa dalam analisa tersebut, pemerintahan Jokowi runtuh karena pemilihan panglima TNI.

“Yang kemungkinan membuat tetangga ProDEM tak puas. Iya nggak sih?” tuturnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada November tahun ini. Dua Kepala Staf TNI digadang akan menjadi penggantinya, keduanya adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono.

Dalam dua periode sebelumnya, jabatan panglima TNI selalu dijabat dari matra Angkatan Darat. Sementara matra Angkatan Laut yang terakhir menjabat sebagai panglima TNI adalah Laksamana Agus Suhartono, yakni pada September 2010 hingga Agustus 2013.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya