Berita

Aktivis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Adamsyah Wahab/Net

Politik

Tanggapi Survei SMRC, Don Adam: Buktikan Saja Kalau Elektabilitas Ganjar Tetap Tinggi Tanpa PDIP

SENIN, 14 JUNI 2021 | 08:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hasil survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terbilang mengagetkan. Sebab dalam survei itu turut diprediksi peluang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang tetap berpeluang menang di Pilpres 2024 meski tidak didukung PDI Perjuangan.

Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad menyebut bahwa peluang Ganjar tanpa PDIP memang berat, tapi Ganjar tetap unggul dan berpotensi dicalonkan partai lain, serta mendapat dukungan dari pemilih Presiden Joko Widodo.

Namun demikian, hasil survei ini tidak lantas membuat aktivis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Adamsyah Wahab percaya begitu saja. Pria yang akrab disapa Don Adam itu meminta agar apa yang disampaikan disurvai dibuktikan agar masyarakat yakin.


“Buktikan saja, apakah Ganjar akan tetap tinggi elektabilitasnya kalau beliau keluar dari PDIP?” tuturnya kepada wartawan, Senin (14/6).

SMRC sendiri telah melakukan simulasi elektabilitas terhadap 569 dari 1.072 responden yang mengetahui Ganjar, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto. Hasilnya, elektabilitas Ganjar 43,3 persen, sedangkan Prabowo 24,4 persen dan Anies 21,7 persen.

Dari 569 responden ini, SMRC tidak menyertakan pemilih PDI Perjuangan. Hasilnya 35,3 persen memilih Ganjar, 30,8 persen memilih Prabowo, dan 25,5 persen memilih Anies, serta 8,4 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu.

Dijelaskan Saidiman bahwa Ganjar mendapatkan dukungan dari pemilih partai lain, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (68 persen dari basis pemilihnya), Partai Demokrat (40 persen), dan Partai Golkar (36 persen), partai nonparlemen (46 persen), dan yang menyatakan belum tahu akan memilih partai mana (23,9 persen).

Elektabilitas Ganjar juga terdongkrak responden yang puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya