Berita

Pelatihan kerja kepada calon pekerja migram Indonesia/Ist

Dinamika

Hasil Investigasi Kemenaker: Lima Calon PMI Dibuli, Makan Hanya Sehari Sekali

MINGGU, 13 JUNI 2021 | 18:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hasil investigasi Kementerian Ketenagakerjaan terhadap peristiwa kaburnya lima calon pekerja migram Indonesia (PMI) dari Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Central Karya Semesta (CKS) telah keluar.

Hasilnya, dalam investigasi selama dua hari, yakni pada Jumat-Sabtu kemarin, ditemukan perlakuan tidak manusiawi oleh BLKLN kepada calon pekerja.

"Dari pemeriksaan yang telah dilakukan tim dari Kementerian Ketenagakerjaan, manajemen BLKLN CKS terindikasi telah melakukan perbuatan yang tidak manusiawi terhadap 5 CPMI," kata Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono, Minggu (13/6).

Perlakuan yang tidak manusiawi dan menjurus ke perbudakan itu seperti hukuman bullying terhadap CPMI; CPMI tidak boleh keluar dan dikunjungi oleh pihak keluarga; dan aturan makan sehari-hari yang tidak sesuai, yakni sehari semalam CPMI hanya diberi makan sekali, pagi hari hanya diberi kolak 3 sendok, kemudian CPMI disuruh banyak minum air.

Atas tindakan yang tidak manusiawi tersebut, pihaknya bersama Pengawas Ketenagakerjaan Kemnaker akan mengambil tindakan tegas kepada pihak yang bertanggungjawab di balai latihan kerja yang berada di bawah naungan PT. Cipta Karya Sejati (PT CKS) ini.

"Temuan dari tim di lapangan ini akan menjadi acuan untuk nantinya diambil tindakan terhadap manajemen BLKLN CKS, maupun P3MI PT CKS," ucapnya.

Pada investigasi ini, Kemenaker menerjunkan Tim Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yg berasal dari Ditjen Binapenta dan PKK dan Pengawas Ketenagakerjaan Ditjen Binwasnaker dan K3.

Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Ditjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Ali Tsabith, mengemukakan, investigasi dilakukan di antaranya dengan meminta keterangan kepada Kepala Cabang PT CKS Cabang Malang dan Kepala Asrama BLKLN CKS, memeriksa legalitas izin usahanya, mengecek tempat lompatnya 5 CPMI, dan semua fasilitas CPMI di asrama termasuk penerapan protokol kesehatan.

Tim juga meminta keterangan kepada 3 dari 5 CPMI terkait alasannya kabur dari tempat pelatihan tersebut. Ketiga CPMI itu berinisial F, BI, dan M. Sementara 2 CPMI yang lain belum dicari keberadaannya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan dari kedua pihak terkait persoalan ini. Untuk CPMI sendiri kami menemui 3 CPMI yang sedang dalam perawatan," ucap Ali.

Populer

Lieus Sungkharisma: Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Mengingatkan Saya pada Gerakan Superiman Tahun 2003

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:45

Soal Bilyet Giro Rp 2 Triliun Bantuan Akidi Tio, BI Sumsel: Kalau Dananya Ada, Pencairan Mudah Dilakukan

Selasa, 03 Agustus 2021 | 01:41

Sadar dengan Jebakan Utang China, Pemerintahan Baru Samoa Urungkan Proyek BRI

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:01

"Mati Ketawa Cara Mega", Mobil Esemka Saya Yang Umpetin

Jumat, 30 Juli 2021 | 20:53

Bang Yos: Makin Banyak yang Divaksin, Makin Banyak yang Terselamatkan

Rabu, 28 Juli 2021 | 16:32

Sambangi Rumah Steven, Komandan Lanud TNI AU Merauke Berikan Seekor Babi dan Beras

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:42

Alvin Lie: Jika PPKM Diperpanjang Lagi, Maskapai Sudah Siap PHK Besar-besaran

Selasa, 27 Juli 2021 | 08:54

UPDATE

Dapat Ancaman, Dubes Myanmar untuk PBB Bekas Pemerintahan Sipil Perketat Keamanan

Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:46

Agenda Kamala Harris Membela Aturan Laut China Selatan, Wajar Tidak ke Indonesia

Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:44

Kritik Latihan Militer NATO, Rusia: Laut Hitam Berubah Jadi Zona Konfrontrasi Berbahaya

Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:21

Menhan Israel Benny Gantz: 10 Minggu Lagi Iran Bakal Dapat Bahan untuk Membuat Bom Nuklir

Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:18

Diduga Langgar Etik, Kelompok Aktivis Laporkan Komisi XI DPR ke MKD

Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:16

KPK Periksa Tersangka Maskur Husain Sebagai Saksi untuk Tersangka Stepanus Robinson Pattuju

Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:12

Minta Maaf Soal Donasi 2 Triliun, Kapolda Sumsel: Ini Karena Saya Tidak Hati-hati

Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:07

Ekonomi Meroket 7 Persen, Bhima Yudhistira: Jangan Buru-buru Senang dengan Pemulihan Semu

Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:56

Bukan Settingan, Elektabilitas AHY Melejit Karena Kerja Politik Yang Dirasakan Rakyat

Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:52

Hipmi: Indikator Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II 2021 Masih Semi Absurd Disebut Pencapaian Luar Biasa

Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:48

Selengkapnya