Berita

Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban/Net

Politik

Varian Delta ‘India’ Masuk Kudus, IDI: Lalai Sedikit Bisa Bahaya Besar

MINGGU, 13 JUNI 2021 | 15:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak 28 orang di Kudus, Jawa Tengah sudah dipastikan terpapar varian baru Covid-19 jenis B 1617.2. Varian dari India ini bernama lain varian Delta.

Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban mengingatkan agar temuan tersebut tidak dianggap enteng. Sebab, kelalaian kecil saja bisa berubah jadi malapetaka yang hebat.

“Peringatan. Varian India (Delta) ditemukan pada 28 warga Kudus. Sedikit kelalaian kita, maka bisa menyebabkan bahaya lebih besar,” urainya lewat akun Twitter pribadi, Minggu (13/6).


Dia mengingatkan bahwa negara tetangga Indonesia, Australia sudah jauh hari melakukan antisipasi. Mereka menutup perbatasan dengan ketat.

Tapi semua itu sia-sia. Sebab diduga ada kelengahan, varian Delta tercatat telah masuk negeri Kanguru.  

“Australia, yang kontrol perbatasannya ketat, bisa ditembus varian ini. Yang memang punya transmisibilitas lebih cepat dibanding varian lain. Waspada,” tegasnya.

Bupati Kudus, HM Hartopo menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian UGM, di wilayahnya telah ditemukan varian baru B.1617.2 yang diambil sampel.

“Itu dulu, by name by addres belum tahu siapa itu yang kena varian baru, kemarin ada 34 yang keluar 28 ada varian baru (B.1617.2)," jelasnya kepada wartawan ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (13/6).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya