Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Net

Politik

Takut Dikutuk, Menhan Prabowo Tolak Loloskan Anggaran Yang Di-Markup Gila-gilaan

MINGGU, 13 JUNI 2021 | 14:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tanggung jawab pada generasi penerus bangsa menjadi perhatian serius Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam bekerja. Ketua umum Partai Gerindra ini memastikan bahwa dirinya merupakan orang yang takut dikutuk oleh generasi masa depan.

Atas alasan itu, dia memastikan tidak akan meloloskan oknum yang ingin me-markup anggaran secara gila-gilaan.

Hal ini gamblang disampaikan saat menjadi narasumber dalam Podcast Deddy Corbuzier yang disiarkan pada Minggu (13/6).


“Kalau sudah gila-gilaan. Katakanlah X harganya kemudian mark-upnya sampai 600 persen, bener nggak? Maaf, mungkin banyak orang yang tidak suka sama saya, saya tidak mau tanda tangan. Saya tidak akan loloskan, saya tidak mau,” terangnya.

“Saya lapor ke Presiden, Pak. Saya nggak mau Pak, berarti itu kan tanggung jawab saya kepada bapak Presiden, rakyat, kepada sejarah bener nggak? Takut saya, saya takut dikutuk oleh generasi,” sambung Prabowo.

Sebuah sistem telah disusun Prabowo untuk mencegah potensi penyalahgunaan anggaran. Nantinya, Kejaksaan dan BPK akan digandeng dalam melihat kontrak di Kemhan.

“Saya rencananya mengundang kejaksaan, BPKP sama BPK untuk periksa semua kontrak kita sebelum kontrak itu efektif,” terangnya.

Prabowo juga sedang berusaha untuk menemui para produsen alutsista. Tujuannya agar detail harga yang akan dibeli ada di kantong dia.

“Jadi sekarang banyak yang saya lakukan, saya negosiasi langsung dengan produsen, sehingga saya ingin tahu harga yang sebenarnya itu berapa apa sih? Lalau kita mau beli alat ini harganya berapa," ujar Prabowo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya