Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kemakmuran Terkait Agama?

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 08:57 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PEW Research Centre yang bermarkas besar di Washington D.C. Amerika Serikat sempat menyelenggarakan riset mengenai keterkaitan agama dengan kemakmuran di beberapa negara di planet bumi.

Kemakmuran


Dari riset tersebut dapat disimpulkan bahwa ada lima negara dengan para warga yang menganggap agama sebagai yang terpenting dalam kehidupan bernegara dan berbangsa, yaitu Ethiopia (98 persen), Pakistan (94 persen), Indonesia (93 persen), Honduras (90 persen) dan Nigeria (88 persen).


Ditarik kesimpulan bahwa lima negara tersebut adalah negara-negara yang gagal menghadirkan kemakmuran dan keadilan bagi para warganya.

Ketimpangan sosial antara yang kaya dan yang miskin begitu tinggi. Konflik bersenjata, mulai dari teror bom sampai perang saudara, pun belum juga berakhir.

Kita lihat sisi lainnya. Ada lima negara yang tidak melihat agama sebagai sesuatu yang penting. Mereka adalah Cina (3 persen), Swedia (10 persen), Jepang (10 persen), Inggris (10 persen) dan Jerman (10 persen).

Mereka berlima adalah negara-negara terkemuka dalam memberikan kemakmuran bagi para warganya meski China bisa dipertanyakan dalam hal hak asasi manusia mengungkap pendapat.

Tidak Akurat


Pada hakikatnya hasil riset Pew Research Centre terhadap keterkaitan agama dengan kemakmuran sebuah negara layak diragukan sebab tidak terlalu akurat sesuai kenyaataan.

Ketidakakuratan tampak pada fakta bahwa tiga negara yang sangat mengutamakan agama seperti Brunei Darrusalam, Saudi Arabia dan terutama Vatikan tidak termasuk ke dalam daftar negara yang diteliti oleh Pew Research Centre.

Ada kesan bahwa tiga negara makmur tersebut sengaja diabaikan agar tidak dapat didayagunakan sebagai materi pembanding. Sementara Brunei Darussalam, Saudi Arabia apalagi Vatikan secara de facto tak terbantahkan justru
termasuk ke dalam daftar negara paling makmur di planet bumi pada masa kini.

Generalisasi


Tampaknya keterkaitan antara agama dengan kemakmuran sebuah negara kurang layak digeneralisir apalagi dengan paksaan aksioma aritmatikal 1+1=2.

Pada kenyataan kehidupan non-aritmatikal 1+1 bisa 2 tetapi juga bisa 3 atau 1 bahkan nihil.

Pada lima negara yang digunakan Pew Research Centre sebagai contoh buruk kemakmuran terdapat tiga negara dengan mayoritas populasi umat Islam.

Sementara menurut Pusat Data Bisnis, Indonesia adalah negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia yang sebagian besar kemakmurannya dimiliki para warga bukan beragama Islam. Berarti tidak ada keterkaitan langsung antara agama dengan kemakmuran. Kecuali dikait-kaitkan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya