Berita

Aktivis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Adamsyah Wahab/Net

Politik

Rakyat Miskin Apes Kena PPN Sembako 12 Persen, Giliran Orang Kaya Malah Dapat PPnBM Mobil 0 Persen

RABU, 09 JUNI 2021 | 18:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rakyat miskin Indonesia sedang apes. Sebab pemerintah sedang berencana mengenakan PPN terhadap barang kebutuhan pokok.

Bagi aktivis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Adamsyah Wahab pengenaan pajak ini terbilang miris bagi rakyat miskin.

Sebab perlakuan pemerintah terhadap mereka berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh kalangan menengah atas. Di mana kelompok ini justru mendapat diskon pajak hingga 0 persen saat membeli barang mewah berupa mobil.

“Orang kaya dapat PPnBM 0 persen kalau beli mobil, si miskin beli sembako kena PPN 12 persen. Apes benar deh,” tutur pria yang akrab disapa Don Adam itu lewat akun Twitter pribadinya, Rabu (9/6).

Rencana pemerintah mengenakan PPN terhadap barang kebutuhan pokok disebut-sebut telah tertuang dalam draf revisi UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Tepatnya pada pasal 4A.

Disebutkan bahwa barang kebutuhan pokok serta barang hasil pertambangan atau pengeboran dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN. Dengan penghapusan tersebut, berarti barang itu akan dikenakan PPN.

Barang tersebut meliputi beras dan gabah, jagung, sagu kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.

Pasal 7 menjelaskan bahwa tarif PPN ini adalah 12 persen. Kendati demikian, ayat 3 pasal tersebut menjelaskan tarif PPN sebesar 12 persen dapat diubah menjadi paling rendah sebesar 5 persen hingga paling tinggi sebesar 15 persen.

Populer

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

KPK Temukan Dokumen Catatan Aliran Uang Kasus Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit di Kuansing

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:37

Tak Bermanfaat Bagi Papua, Jokowi Diminta Tinjau Ulang Pembangunan Smelter di Gresik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:52

Mantan Intelijen Saudi Beberkan Kemungkinan Putra Mahkota MBS Bunuh Raja Abdullah

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:01

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Sindiran Mujahid 212: Wajar Jokowi Pilih ke Kalimantan, Frekuensi Mahasiswa yang Demo Belum Disetel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:49

UPDATE

Gara-gara Ini, Kapolres Nunukan Pukuli Anak Buahnya

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:24

Tes PCR Untuk Pesawat, Guspardi Gaus: Jangan Timbul Kesan Seolah Pemerintah Berbisnis dengan Rakyat

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:14

Kebut Target Kekebalan Komunal, BIN Maluku Utara Vaksinasi Pelajar dan Warga Menengah ke Bawah

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:12

Protes Aturan PCR Dijawab Jokowi: Dapat Diturunkan Harganya Jadi Rp 300 Ribu

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:56

PKS: Wajib Tes PCR Tidak Jamin Penumpang Pesawat Bebas Covid-19

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:47

Tak Seperti Bareng JK, Jokowi Dominasi Maruf dalam Penanganan Covid Sampai Muncul Wapres Bayangan LBP

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:37

Sekjen PB PMII: Kebijakan Menag Yaqut Inklusif dan Disukai Generasi Muda

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:29

86 Persen Koruptor Alumnus Sarjana, KPK Dorong Kemenag Terlibat Mencetak Generasi Antikorupsi

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:17

Tingkat Kematiannya Masih Tinggi, Airlangga: Kabupaten Bulungan dan Tambrauw Masih PPKM Level 4

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:57

Oknum Polisi Penembak Polisi di Lombok Timur Ditetapkan Tersangka, Motif Masih Didalami

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:55

Selengkapnya