Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule saat berunjuk rasa di Monas, Jakarta/Net

Politik

Iwan Sumule: Cuan Monopoli Goodie Bag Besar, Sebulan 1,9 Juta Paket, Biaya Kemas Rp 15 Ribu

RABU, 09 JUNI 2021 | 15:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Cuan atau keuntungan yang didapat PT Sri Rejeki Isman Tbk atau biasa dikenal dengan PT Sritex dari proyek pengadaan bantuan sosial (bansos) terbilang luar biasa. Sebab mereka diduga kuat memonopoli pengadaan goodie bag atau tas kemas bansos.

Dugaan muncul setelah seorang vendor bansos, Rocky Josep Pesik selaku Direktur PT Andalan Pesik Internasional bersaksi di sidang terdakwa Juliari Peter Batubara selaku mantan Menteri Sosial di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu siang (9/6).

Berdasarkan kesaksian tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) ternyata mewajibkan para vendor bantuan sosial untuk memakai goodie bag dari PT Sritex.


Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule pun kaget mendengar kabar tersebut. Apalagi sebelumnya PT Sritex sempat ramai menjadi perbincangan karena dikaitkan dengan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Dalam laporan Majalah Tempo waktu itu, rekomendasi goodie bag merupakan rekomendasi dari “Anak Pak Lurah”. Belakangan “Anak Pak Lurah” mengarah pada sosok Gibran yang kini menjabat sebagai walikota Solo.

“Terkait korupsi di Kemensos. Ternyata benar ada arahan khusus untuk beli ‘goodie bag’ dari Sritex. Monopoli!”
 kata Iwan Sumule kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu.

Dia pun mengajak masyarakat untuk menghitung cuan atau keuntungan dari pengadaan tersebut. Di mana berdasarkan hitungan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) harga goodie bag bansos mencapai Rp 15  ribu.

Angka tersebut, kata Iwan Sumule, akan tampak besar jika dikali dengan pengadaan bansos yang per bulan mencapai 1,9 juta paket.

“Bayangkan, Kemensos setiap bulan gelontorkan 1,9 juta paket Bansos dan biaya kemasan Goodie Bag Rp 15.000 per unit. Lumayan besar. Iya nggak sih?” tegas Iwan Sumule.

Pihak Sritex sendiri telah tegas membantah bahwa mereka mendapatkan rekomendasi dari Gibran agar mendapatkan proyek pembuatan tas kain bansos.

Sritex mengaku bahwa pihaknya dihubungi oleh pihak Kemensos mengenai kebutuhan tas tersebut pada April 2020 lalu. Pemesanan itu pun diklaim telah diproses sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Sementara itu, Gibran juga telah membantah bahwa dirinya memberikan rekomendasi Sritex kepada Juliari.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya