Berita

Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo (kedua kiri) saat menjadi narasumber di kegiatan Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (8/6)/Net

Politik

Eko Patrio Ingin Ada Sinergitas BUMN Dengan Usaha Ultra Mikro

RABU, 09 JUNI 2021 | 12:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kementerian BUMN harus memberi perhatian serius untuk para pengusaha ultra mikro. Sebab mereka merupakan penopang perekonomian nasional, apalagi dalam susana perekonomian yang sulit saat ini.

Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo berharap ada sinergitas antara usaha ultra mikro dengan Kementerian BUMN, khususnya dalam hal permodalan.

“Misal dengan dengan PT Bank Rakyat Indonesia, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani,” tuturnya kepada wartawan, Rabu (9/6). Pernyataan serupa disampaikan saat Eko Patrio menjadi narasumber di kegiatan Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (8/6).


Menurutnya, sektor usaha ultra mikro sangat penting bagi perekonomian nasional. Selama ini sektor usaha ultra mikro telah memberikan kontribusi pada PDB nasional hingga mencapai sekitar 37 persen dan menyerap 107,4 juta atau 89,04 persen dari total tenaga kerja nasional.

"Namun dari 57 juta pelaku usaha ultra mikro, baru 20 persen saja yang mengakses lembaga keuangan formal untuk pembiayaan usaha," jelas politisi PAN itu.

Untuk itu, dukungan permodalan dari BRI, Pegadaian, dan PNM penting bagi usaha ultra mikro untuk bisa mengembangkan usaha.

Dia berharap akses untuk mendapatkan dukungan modal bisa dipermudah agar para pelaku usaha Ultra Mikro ini tidak mencari pemodalan dari lembaga lain. Apalagi jika tingkat bunga yang ditawarkan lebih tinggi.

"Saya berharap masyarakat Jakarta khususnya untuk tidak melakukan pinjaman online (Pinjol). Sangat memberatkan dan sudah banyak yang menjadi korbannya. Lebih baik melakukan pendanaan melalui bank-bank pemerintah atau pegadaian lebih rendah bunganya,” demikian Eko Patrio.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya