Berita

Wakil Ketua KIP Pusat RI, Hendra J. Kede/Net

Politik

Hendra J. Kede: Kemerdekaan Pers, Pengawasan Penyiaran, Dan Hak Informasi Tidak Bisa Dikompromikan!

RABU, 09 JUNI 2021 | 09:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rencana pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo untuk membubarkan sejumlah lembaga, mendapat kritik tajam dari Komisi Informasi Pusat (KIP) RI.

Menteri Tjahjo dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR pada Selasa (8/6) mengutarakan bahwa rencana itu didasarkan atas alasan perampingan birokrasi.

Wakil Ketua KIP Pusat RI, Hendra J. Kede khawatir lembaga negara yang dimaksud adalah lembaga independen yang dibentuk dengan UU dan masuk kelompok Lembaga Negara Non Struktural (LNS). Kekhawatiran ini didasarkan pada pernyataan Menteri Tjahjo yang menyebut ada 3 lembaga di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang dibentuk UU dan sedang dikaji untuk dibubarkan.


“Kominfo memang memiliki tiga lembaga kuasi independen yang dibentuk melalui UU dan masuk ke dalam kelompok LNS,” tuturnya.

Lembaga kuasi independen merupakan lembaga yang memiliki independensi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai amanah UU tanpa dapat diintervensi oleh Kementerian Kominfo.

Namun demikian, dukungan kesekretariatan, SDM sekretariat, dan dukungan keuangan dilakukan oleh Kementerian Kominfo. Sekretariatnya dipimpin pejabat struktural eselon II yang disebut Sekretaris yang diangkat dan diberhentikan menteri.

Adapun ketiga lembaga kuasi independen Kominfo yang dibentuk UU adalah Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Komisi Informasi.

“Saya tidak tahu, mana di antara ketiga lembaga di atas yang sedang disasar untuk dibubarkan oleh Menteri PAN-RB: Semuanya, salah satu di antaranya, atau salah dua di antaranya,” ujar Hendra.

Bisa jadi, sambungnya, yang dibubarkan adalah lembaga lain di lingkungan Kementerian Kominfo yang dibentuk UU selain ketiga lembaga di atas.

Terlepas dari itu, dia memiliki tiga pertanyaan mendasar jika memang benar 3 lembaga itu yang dimaksud Tjahjo akan dibubarkan. Pertama soal Dewan Pers, apakah penghematan anggaran sebesar Rp 45 miliar perlu dilakukan dengan mengorbankan kemerdekaan pers Indonesia yang diraih dengan susah payah.

“Kalau dikatakan pembubaran Dewan Pers tidak akan mengganggu kemerdekaan pers, lantas bagaimana bentuknya? Apakah bentuknya seperti Dewan Pers masa Kementerian Penerangan di mana Ketua Dewan Pers dijabat langsung oleh menteri?” tanyanya.

Kedua sial pembubaran Komisi Penyiaran. Hendra mempertanyakan bagaimana pengawasan terhadap isi penyiaran yang tiap waktu seolah makin jauh dari nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Ketiga, apakah demi perampingan birokrasi harus dengan mengorbankan Hak Asasi dan Hak Konstitusional seluruh warga negara Indonesia atas informasi?” tuturnya.

“Bagi saya, kemerdekaan pers, pengawasan penyiaran, dan hak masyarakat atas informasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dikompromikan, harus dijaga dengan bak mutiara langka yang sudah ada di atas rumah kita bernama rumah Indonesia,” demikian Hendra J. Kede.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya