Berita

Ilustrasi./Net

Politik

Masyarakat Jenuh Dengan Polemik KPK, Serikat Pekerja Minta Novel Dkk Diserap BUMN

SENIN, 07 JUNI 2021 | 09:45 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Polemik terkait hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan alih status kepegawaian di KPK diharapkan berakhir sesegera mungkin. Masyarakat dinilai sudah jenuh mendengar berbagai silang pendapat di level elit, apalagi pada saat yang sama mereka masih berjibaku mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Satya Wijayantara, Sekjen Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu kepada redaksi, Senin (7/6).

“Fakta tentang kejenuhan masyarakat ini harus sama-sama kita sadari sehingga polemik di KPK tak perlu diperpanjang. Pihak-pihak yang kredibel dapat melakukan mediasi agar persoalan ini cepat selesai,” ujarnya.


Manajer sebuah Bank BUMN itu menilai bahwa negara harus hadir untuk membantu pihak-pihak yang berseberangan pendapat menemukan jalan tengah.

Mengingat pegawai KPK yang tak lolos TWK telah mengadu ke Komnas HAM, Satya berharap Komnas HAM dapat mempergunakan haknya sebagaimana diatur dalam Pasal 76 UU No. 39 Tahun 1999 guna melakukan mediasi konflik secara proporsional.

Satya yakin bahwa pimpinan KPK saat ini memiliki komitmen yang tinggi dalam pemberantas korupsi sehingga perlu diberi kesempatan untuk mengembalikan konsentrasi lembaga pada tugas utamanya dalam memberantas korupsi.

Di sisi lain, ia juga mengusulkan agar karyawan yang tak lolos TWK diberikan ruang untuk terus mengabdi pada negara mengingat mereka telah membuktikan diri memiliki komitmen dan profesionalitas yang tinggi dalam melayani publik.

“Negara harus dapat memanfaatkan mereka dengan cara diserap di berbagai instansi negara, salah satunya BUMN. Sehingga (dengan peran mereka di BUMN) kita tidak lagi menyaksikan kasus Asabri atau Jiwasraya baru, yaitu kasus korupsi yang ketika terbuka kondisinya sudah sangat akut,” lanjutnya.

Penyerapan Novel Baswedan dan kawan-kawan di BUMN, kata Satya, juga selaras dengan pesan implisit dari Presiden Jokowi yang tidak menghendaki Novel Baswedan dan kawan-kawan terputus karir profesionalnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya