Berita

Relawan Rajawali Bangkit saat memberikan dukungan pada ekonom senior, DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Relawan Rajawali Bangkit Yakin Hanya Rizal Ramli Yang Bisa Perbaiki Indonesia

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 19:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kelompok relawan mulai bermunculan seiring jelang Pilpres 2024. Mereka dengan terang menyatakan dukungan kepada sosok yang dianggap mampu membawa perubahan bagi Indonesia.

Salah satunya dilakukan oleh Relawan Rajawali Bangkit (RRB) yang menyatakan dukungan pada ekonom senior, DR. Rizal Ramli untuk diusung menjadi calon presiden di Pilpres 2024 mendatang.

Ketua RRB, Rustam Efendi menjelaskan bahwa relawan ini terdiri dari para aktivis. Jumlahnya mencapai lebih dari 500 orang yang banyak tersebar di Jabodetabek, tapi ada juga yang di Maluku dan wilayah Sumatera.   


“Kami mendukung RR (Rizal Ramli) jadi capres karena melihat pengalaman dan kecerdasannya,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/6).

Rustam merasa yakin Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu merupakan sosok yang bisa mengubah Indonesia. Jika Rizal Ramli memimpin, arah kebijakan Indonesia pasti akan merakyat dan tidak hanya menguntungkan bagi oligarki.

“Bang RR ini jagonya ekonomi. Pengalamannya sudah tidak bisa diragukan. Saya yakin hanya dia yang bisa perbaiki Indonesia. Ekonomi bisa benar meroket,” sambungnya sembari membandingkan kondisi ekonomi yang saat ini nyungsep.

Sementara saat disinggung soal presidential threshold yang menjadi syarat pencapresan, Rustam mengaku yakin hal tersebut bisa dipenuhi. Baginya, partai nantinya akan mencari sosok mumpuni untuk diusung. Bukan figur calon mumpuni yang harus mencari partai.

Untuk itu, RRB akan fokus dalam mensosialisasi pengalaman dan prestasi Rizal Ramli, sehingga rakyat bisa tahu mana sebenarnya figur yang memang benar cakap dalam bekerja dan tidak mengandalkan pencitraan.

“Fokus kita itu, sosialisasi agar elektabilitas beliau naik dan rakyat paham ada sosok yang sebenarnya mampu atasi masalah bangsa,” tegasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya