Berita

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Gerindra Yan P. Mandenas/Net

Politik

PT TMI Wadah Bagi Ahli Agar Kontrak Alutsista Tidak Dibohongi Lagi

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 14:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) merupakan perusahaan yang dibentuk oleh Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan yang berada di bawah Kementerian Pertahanan. Tugas TMI bukan untuk membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

Begity tegas anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Gerindra Yan P. Mandenas kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (4/6).

Menurutnya, PT TMI dibentuk karena Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ingin ada wadah bagi ahli-ahli alutista berteknologi canggih, ahli elektronika, teknokrat-teknokrat bidang persenjataan, dan insinyur-insinyur anak bangsa.


“Tujuannya, untuk membantu proses transfer of technology (ToT), agar kita tidak dibohongi lagi oleh makelar-makelar ketika membeli alutsista," ujarnya.

Yan mengatakan, jika ada pertanyaan kenapa harus ada wadah bagi para ahli alutsista, maka jawabannya adalah untuk menghindari terjadinya kontrak-kontrak bohong.

"Supaya ketika kontrak tidak dibohongi lagi. Karena biasanya teknologi itu dikunci oleh prinsipal dalam proses pembelian alutsista maupun ketika transfer of technology," tuturnya.

Atas dasar itu, Yan menegaskan bahwa PT TIM bukanlah perusahaan untuk pembelian atau pengadaan alutsista.

"Jadi, TMI ini adalah konsultan untuk membantu mencari alutsista terbaik dan agar tidak kecolongan dari sisi alih teknologinya. Bukan untuk pembelian atau pengadaan. PT TMI tidak berkontrak dengan Kemhan sama sekali," demikian Yan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya