Berita

Ilustrasi vaksinasi/Net

Kesehatan

Berpotensi Ganggu Program Vaksinasi Covid-19, Hoax Soal Vaksin Harus Segera Diatasi

JUMAT, 04 JUNI 2021 | 13:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kemunculan sejumlah hoax terkait vaksin Covid-19 dinilai merugikan program vaksinasi yang sedang dilakukan pemerintah. Karena itu, pemerintah diharapkan bisa mengatasi penyebaran hoax tersebut.

“Karena hal ini merugikan program vaksinasi, sehingga berimbas pada rendahnya cakupan vaksinasi, tidak hanya vaksinasi Covid-19,” kata pemerhati imunisasi, Julitasari Sundoro, Jumat (4/6).

Julitasari meminta masyarakat untuk mencari dan mendapatkan penjelasan soal vaksin dari sumber yang kredibel dan dapat dipercaya, seperti Kementerian Kesehatan serta Kemkominfo.


“Agar masyarakat jangan menelan mentah-mentah suatu berita dan informasi. Kita harus cek kembali kalau ragu dan tidak langsung menyebarkannya,” ujarnya.

Menjawab keraguan masyarakat terhadap kandungan vaksin Covid-19, Julitasari menyatakan, sebenarnya kandungan vaksin Covid-19 ini adalah antigen dari virus SARS-CoV-2 yang diperlukan untuk membentuk antibodi.

“Apabila mendengar ada demam atau bengkak di tempat penyuntikan, itu adalah hal yang biasa saja dalam proses pembentukan antibodi dalam tubuh manusia," jelasnya.

"Reaksi-reaksi ringan akibat divaksinasi itu bisa hilang dalam satu dua hari. Dalam kartu vaksinasi pun sudah diberikan nomor kontak untuk menghubungi apabila terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI),” tandas Julitasari.

Sepanjang pandemi melanda tanah air, sejumlah hoax terkait vaksin cukup banyak tersebar melalui media sosial. Terkini, disebutkan vaksin Covid-19 mengandung magnet.

Hal ini tersebar dalam sebuah video yang memperlihatkan sebuah uang koin pecahan seribu rupiah menempel di lengan seseorang yang baru selesai divaksin, sehingga diklaim vaksin mengandung magnet.  

Video tersebut pun sudah dibantah oleh Satgas Covid-19 dan dinyatakan sebagai hoax.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya