Berita

Isu vaksin Covid-19 mengandung magnet dinyatakan hoax/Repro

Kesehatan

Sudah Dinyatakan Hoax, Video Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet Masih Viral Di Media Sosial

RABU, 02 JUNI 2021 | 12:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Beberapa waktu terakhir, publik Indonesia dibuat heboh dengan video di media sosial yang menunjukkan uang koin rupiah tertempel di lengan seseorang yang telah divaksinasi Covid-19.

Di dalam video yang tersebar di WhatsApp, terlihat uang logam pecahan Rp 1.000 tertempel tepat di lokasi bekas suntikan vaksin yang memicu spekulasi bahwa vaksin Covid-19 mengandung magnet.

Dikutip dari laman resmi Kominfo pada Rabu (2/6), informasi yang menyatakan vaksin Covid-19 mengandung magnet telah dinyatakan hoax.


Jurubicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, vaksin Covid-19 mengandung bahan aktif dan non-aktif.

Bahan aktif tersebut berisi antigen, sedangkan bahan non-aktif berisi zat untuk menstabilkan dan menjaga kualitas vaksin agar saat disuntikkan masih baik.

"Adapun jumlah cairan yang disuntik hanya 0,5 cc dan akan segera menyebar ke seluruh jaringan sekitar, sehingga tidak ada cairan yang akan tersisa di tempat bekas suntikan," ujar Siti yang juga Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes.

Siti menuturkan, logam dapat menempel di permukaan kulit yang lembab, biasanya disebabkan oleh keringat.

Selain itu, pecahan uang logam Rp 1.000 terbuat dari bahan nikel, sedangkan nikel bukan logam yang bisa menempel karena daya megnet.

Terlebih, ia menekankan, partikel logam yang mengandung magnet juga tidak dapat memasuki tubuh melewati suntikan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya